Shalat Pertama di Masjid Al-Aqsa Masa Umar dan Peristiwa Penting yang Terjadi Setelahnya
Aqsa dibebaskan pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 15 H setelah pasukan kaum Muslimin berhasil mengalahkan pasukan Romawi di wilayah Syam dan menerima kunci Kota Yerusalem. Umar kemudian menulis Perjanjian Umar yang memberikan jaminan keamanan bagi penduduk Yerusalem, menjadi bukti bahwa Islam menjunjung tinggi toleransi dan tidak memaksa keyakinan. Penaklukan Yerusalem tersebut merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam mengingat kedudukan Masjid Al-Aqsa yang tinggi dalam keyakinan umat Muslim.
Poin-Poin Utama
- Masjid Al-Aqsa dibebaskan pertama kali pada masa Umar bin Khattab.
- Umar bin Khattab tiba di Yerusalem pada 13 Ramadhan tahun 15 H.
- Pasukan Muslim terlibat pertempuran di Ajnadain dan Yarmuk sebelum sampai di Yerusalem.
- Kaum Muslimin membebaskan Palestina dan Syam dari kekuasaan Romawi.
- Umar menerima kunci Kota Yerusalem dari tangan Romawi.
- Umar menulis dokumen yang dikenal sebagai Perjanjian Umar bagi penduduk Yerusalem.
- Perjanjian Umar memberikan jaminan keamanan atas jiwa, harta, dan kehidupan penduduk.
- Perjanjian Umar menjadi bukti bahwa Islam menjunjung toleransi dan kasih sayang.
- Islam tidak memaksa seseorang untuk memeluk agama.
- Keimanan hanya diterima apabila lahir dari kerelaan hati.
- Hanya Allah yang mengetahui rahasia hati manusia.
- Penaklukan Yerusalem pada tahun 15 H merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam.
- Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan historis dan religius yang tinggi bagi kaum Muslimin.
- Umar tidak menyiksa penduduk setempat meskipun sebagai pemenang memiliki kekuasaan penuh.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.