230 Gerai Kopdes Merah Putih Bandung Dikebut Rampung
Pemkab Bandung mempercepat penyelesaian 230 gerai Kopdes Merah Putih dari total 280 desa, karena baru sekitar 50 gerai yang telah rampung. Percepatan diperlukan agar Kopdes tidak hanya tercatat secara administratif tetapi mampu menjalankan kegiatan ekonomi dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Secara nasional, pemerintah menargetkan 30 ribu Kopdes dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026, dari sebelumnya sekitar 3.300 gerai yang dikategorikan optimal.
Poin-Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan penyelesaian 230 gerai Kopdes Merah Putih.
- Kabupaten Bandung memiliki 280 desa dan kelurahan.
- Saat ini baru sekitar 50 gerai yang pembangunan fisiknya telah selesai.
- Dadang Supriatna meminta pemerintah desa memperkuat koordinasi untuk mempercepat pembangunan gerai.
- Pada Oktober 2025, pemerintah daerah meminta inventarisasi tanah carik untuk mendukung pembangunan gerai.
- Pemkab mendorong desa menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas Kopdes.
- Setiap desa diminta memetakan potensi ekonomi lokal dan menyusun rencana bisnis.
- Pada Agustus 2026, sekitar 10.000 Kopdes telah beroperasi secara nasional.
- Baru 3.300 Kopdes yang dikategorikan beroperasi secara optimal.
- Pemerintah pusat menargetkan 30.000 Kopdes dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026.
- Kopdes optimal memiliki fasilitas dasar tersedia, kegiatan berjalan, dan stok barang terpantau secara digital.
- Gerai Kopdes dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa.
- Fungsi gerai Kopdes mencakup toko Sembako, layanan simpan pinjam, apotek, pergudangan, logistik, dan penyimpanan dingin.
- Keberadaan gerai memungkinkan Kopdes menjalankan kegiatan ekonomi dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
- Percepatan memerlukan koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.