Menimbang Ambisi Bensin E50, Antara Kemandirian Energi dan Kebutuhan Pangan
Presiden Prabowo Subianto menargetkan campuran etanol pada bensin ditingkatkan dari E5 menjadi E50 secara bertahap melalui peta jalan E10 pada 2027 dan E20 pada 2028. Rencana ini menghadapi tantangan besar karena pasokan etanol domestik saat ini baru sekitar 70.500 kiloliter, jauh di bawah kebutuhan E10 yang mencapai 1,2 juta kiloliter, sehingga diperlukan pembangunan 20 pabrik etanol dan penyiapan lahan bahan baku seluas 2 juta hektar, termasuk di Papua Selatan.
Poin-Poin Utama
- E5 dijual di 190 stasiun pengisian bahan bakar umum.
- Presiden Prabowo Subianto targetkan campuran etanol 50 persen pada bensin.
- Konsumsi solar Indonesia sekitar 39 juta kiloliter per tahun.
- Konsumsi bensin Indonesia sekitar 39-40 juta kiloliter per tahun.
- Tahapan pengembangan E10 pada 2027, E20 pada 2028, dan E50 setelahnya.
- Kajian untuk menuju E20 baru mulai dilakukan September 2026.
- Pasokan etanol domestik saat ini hanya 70.500 kiloliter.
- Kebutuhan etanol untuk E10 pada 2027 diperkirakan 1,2 juta kiloliter.
- Target 2027 harus ada 20 pabrik etanol beroperasi.
- Bahan baku etanol berasal dari tebu, bonggol jagung, dan molases.
- Pemerintah menyiapkan lahan seluas 2 juta hektar untuk tanaman bahan baku etanol.
- Pembangunan industri pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.
- Papua Selatan di perbatasan Merauke dan Kabupaten Boven Digul paling siap secara agroklimat.
- PT Global Jaya Abadi mulai menanam tebu di Papua pada 30.000 hektar lahan.
- Skema kebun plasma disiapkan untuk melibatkan warga dalam usaha etanol.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.