Angin Segar Revitalisasi Keraton Surakarta di Tengah Konflik Suksesi
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bersiap direvitalisasi dengan anggaran Rp150 miliar untuk 13 titik area demi menjaga kelestarian bangunan berusia 381 tahun yang mayoritas mengalami kerusakan parah akibat dimakan usia. Revitalisasi ini diharapkan membawa angin segar di tengah konflik suksesi kepemimpinan keraton sekaligus menjadikan Keraton Surakarta sebagai destinasi wisata utama di Jawa Tengah.
Poin-Poin Utama
- Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan direvitalisasi untuk menjaga kelestariannya.
- Revitalisasi dicanangkan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 23 September 2026.
- Sebanyak 13 titik atau area di kompleks keraton akan direvitalisasi.
- Anggaran revitalisasi sebesar Rp150 miliar.
- Kompleks keraton berusia 381 tahun.
- Sebelas titik revitalisasi meliputi Pagelaran, Sitihinggil, Museum Keraton, Kasentanan, Panti Pidana, Keraton Kilen atau Kulon, Keputren, Ndalem Ageng, Kamandungan, Bangsal Pradonggo atau Pradonggo Kidul, dan Sasana Handrawina.
- Selain itu, dua titik lainnya adalah Panggung Sangga Buwana dan kawasan Sino Renggo.
- Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan akibat dimakan usia.
- Keraton terakhir kali direnovasi sekitar 40 tahun lalu pada dekade 1980-an.
- Kawasan Keputren baru direnovasi sejak 1982.
- Pada 1985, kompleks keraton mengalami kebakaran besar yang meludeskan sejumlah bangunan utamanya.
- Pemerintah membangun ulang dan merenovasi keraton pada 1986.
- Revitalisasi kali ini menyentuh hampir separuh kawasan keraton.
- Mayoritas kerusakan terdapat pada bagian atap, terutama atap Keraton Kilen yang sudah jebol.
- Revitalisasi diharapkan menjadikan Keraton Surakarta sebagai destinasi utama wisata di Jawa Tengah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.