Mengemis Jadi Profesi, Ini Ancaman Keras Rasulullah SAW
minta sebagai sumber penghasilan, terlebih jika dilakukan dengan kebohongan atau penipuan. Rasulullah memberikan ancaman keras bagi pengemis profesional, sebagaimana diriwayatkan bahwa seseorang yang terus-menerus mengemis akan datang di hari Kiamat tanpa sepotong daging di wajahnya, dan meminta harta manusia untuk memperbanyak harta equivale dengan meminta bara api.
Poin-Poin Utama
- Mengemis dianggap sebagai profesi penghasil uang tanpa mengeluarkan tenaga besar.
- Seiring perkembangan zaman, pengemis tampil rapi dengan pakaian bagus dan kendaraan layak.
- Pengemis sering beroperasi secara berkelompok dengan membuat proposal penggalangan dana.
- Dana penggalangan sering tidak disalurkan sesuai tujuan, melainkan untuk kepentingan pribadi.
- Dalam Islam, mengemis disebut tasawwul menurut Ustaz Muhammad Wasitho Abu Fawaz.
- Al-Mu'jamul Wasith mendefinisikan tasawwala sebagai meminta-minta atau meminta pemberian.
- Ulama mendefinisikan tasawwul sebagai meminta harta orang lain untuk kepentingan pribadi, bukan kemaslahatan agama.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa meminta-minta yang tercela adalah minta selain untuk kemaslahatan agama.
- Islam tidak menganjurkan menjadikan mengemis sebagai jalan penghasilan.
- Mengemis dengan kebohongan atau penipuan lebih dilarang dalam Islam.
- Hadis Abdullah bin Umar menyebut orang yang terus meminta-minta akan datang hari Kiamat tanpa daging di wajahnya.
- Hadis Abu Hurairah menyebutkan bahwa meminta harta manusia untuk memperbanyak harta berarti meminta bara api.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.