Beranda Minggu, 27 September 2026

!online

Kalam Negatif

Mengemis Jadi Profesi, Ini Ancaman Keras Rasulullah SAW

Minggu, 27 September 2026, 17:11 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

minta sebagai sumber penghasilan, terlebih jika dilakukan dengan kebohongan atau penipuan. Rasulullah memberikan ancaman keras bagi pengemis profesional, sebagaimana diriwayatkan bahwa seseorang yang terus-menerus mengemis akan datang di hari Kiamat tanpa sepotong daging di wajahnya, dan meminta harta manusia untuk memperbanyak harta equivale dengan meminta bara api.

Poin-Poin Utama

  • Mengemis dianggap sebagai profesi penghasil uang tanpa mengeluarkan tenaga besar.
  • Seiring perkembangan zaman, pengemis tampil rapi dengan pakaian bagus dan kendaraan layak.
  • Pengemis sering beroperasi secara berkelompok dengan membuat proposal penggalangan dana.
  • Dana penggalangan sering tidak disalurkan sesuai tujuan, melainkan untuk kepentingan pribadi.
  • Dalam Islam, mengemis disebut tasawwul menurut Ustaz Muhammad Wasitho Abu Fawaz.
  • Al-Mu'jamul Wasith mendefinisikan tasawwala sebagai meminta-minta atau meminta pemberian.
  • Ulama mendefinisikan tasawwul sebagai meminta harta orang lain untuk kepentingan pribadi, bukan kemaslahatan agama.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa meminta-minta yang tercela adalah minta selain untuk kemaslahatan agama.
  • Islam tidak menganjurkan menjadikan mengemis sebagai jalan penghasilan.
  • Mengemis dengan kebohongan atau penipuan lebih dilarang dalam Islam.
  • Hadis Abdullah bin Umar menyebut orang yang terus meminta-minta akan datang hari Kiamat tanpa daging di wajahnya.
  • Hadis Abu Hurairah menyebutkan bahwa meminta harta manusia untuk memperbanyak harta berarti meminta bara api.
Tagar Terkait
#islam#rasulullah saw#hukum islam#pengemis#mengemis#tasawwul#haram
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya