Memaknai Kunjungan Paus Leo XIV ke Perancis
Kunjungan Paus Leo XIV ke Perancis pada September 2026 mempertemukan empat ruang penting kehidupan manusia modern, yaitu politik, pendidikan, penderitaan, dan perdamaian. Agenda kunjungan ini menjadi pertanyaan besar tentang manusia seperti apa yang hendak dibangun di tengah kemajuan teknologi yang disertai krisis makna, fragmentasi sosial, dan ancaman perang. Tantangan utama yang muncul adalah pengembangan literasi kemanusiaan, seperti kemampuan bertanya, meragukan, berempati, dan berpikir mandiri, sebagai kekhasan manusia di era kecerdasan buatan yang dapat menggantikan kemampuan manusia dalam menulis, menerjemahkan, dan menganalisis data.
Poin-Poin Utama
- Kunjungan Paus Leo XIV ke Perancis berlangsung pada 25 hingga 28 September 2026.
- Perjalanan mencakup tiga lokasi utama, yakni Paris, Lourdes, dan Metz.
- Di Paris, Paus bertemu otoritas negara, masyarakat sipil, dan korps diplomatik.
- Paus mengunjungi UNESCO, bertemu kaum muda di Stade de France, dan Maison Bakhita.
- Di Lourdes, Paus berjumpa dengan orang sakit dan berdoa di Gua Massabielle.
- Di Metz, Paus menghadiri pertemuan lintas agama dengan tema "Pada akar Eropa untuk Perdamaian dan Persatuan".
- Kunjungan mempertemukan empat ruang kehidupan manusia modern, yakni politik, pendidikan, penderitaan manusia, dan perdamaian.
- Zygmunt Bauman memandang masyarakat modern dalam narasi modernitas cair.
- Dalam modernitas cair, hubungan sosial, pekerjaan, identitas, dan nilai-nilai menjadi tidak permanen.
- Kecerdasan buatan mempercepat kondisi modernitas cair dalam kehidupan manusia.
- Kemampuan manusia seperti menulis, menerjemahkan, menghitung, dan menganalisis data kini dapat dilakukan mesin.
- Hannah Arendt mengingatkan bahwa salah satu persoalan besar manusia modern adalah hilangnya kemampuan berpikir dan menilai secara mandiri.
- Tantangan pendidikan pada zaman kecerdasan buatan bukan sekadar literasi digital melainkan literasi kemanusiaan.
- Literasi kemanusiaan mencakup kemampuan bertanya, meragukan, menimbang, berdialog, berempati, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
- Kecerdasan buatan dapat memperluas ruang publik komunikasi sekaligus menimbulkan banjir informasi, manipulasi, deepfake, dan disinformasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.