Karhutla 2026 Meluas, Pemerintah Didorong Evaluasi Izin Konsesi
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 202.004,30 hektare, meningkat 69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan persebaran tidak lagi terkonsentrasi di Sumatra dan Kalimantan tetapi juga meluas ke wilayah timur Indonesia. Koalisi Indonesia Tanpa Polusi menilai bahwa faktor iklim tidak dapat menjadi satu-satunya penyebab, sebab sekitar 30 persen dari total 139.978 titik panas hingga pertengahan September 2026 berada di area Hak Guna Usaha dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan yang mengindikasikan hubungan erat antara karhutla dengan lemahnya pengawasan di area konsesi.
Poin-Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan sepanjang Januari-Juli 2026 tercatat 202.004,30 hektare.
- Luas tersebut meningkat 69 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
- Kebakaran tidak lagi terkonsentrasi di Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga meluas ke wilayah lain.
- Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat peningkatan sebelum puncak kemarau.
- Koalisi Indonesia Tanpa Polusi menyebut El Nino dan kemarau panjang memperburuk situasi.
- Faktor iklim bukan satu-satunya penjelasan atas meluasnya karhutla.
- Pola penggunaan lahan, perizinan, dan kerentanan ekosistem gambut turut berperan.
- Hingga pertengahan September 2026 tercatat 139.978 titik panas di Kesatuan Hidrologis Gambut.
- Kebakaran di Kesatuan Hidrologis Gambut mencapai 73,6 persen dari total hotspot Agustus 2026.
- Sebanyak 30 persen atau sekitar 40.000 hotspot berada di area Hak Guna Usaha dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan.
- Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di 63 kabupaten dan kota terdampak.
- Sebanyak 26.545 kasus ISPA terjadi pada anak usia balita.
- Greenpeace Indonesia menemukan 3.213 titik sumber asap di Kalimantan dan 894 titik di Sumatera sepanjang Agustus hingga 20 September 2026.
- Asap karhutla bergerak melampaui batas negara hingga mencapai Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Kamboja.
- Kejadian karhutla sporadis ditemukan di berbagai provinsi di Sulawesi yang sebelumnya tidak termasuk zona merah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.