Hati-Hati Fake BTS, SMS Penipuan Bisa Muncul dengan Nama Bank
Polisi.metropolitan Jakarta Raya memperingatkan masyarakat tentang modus kejahatan siber terbaru bernama Fake BTS, yaitu perangkat pemancar sinyal palsu yang menyamar sebagai lembaga resmi seperti bank untuk menyebarkan pesan singkat phishing berisi tautan ke situs web palsu. Para pelaku mengoperasikan perangkat tersebut dari kendaraan bermotor dengan kecepatan rendah di pusat keramaian seperti stasiun kereta dan pusat perbelanjaan, mampu memancarkan minimal 20.000 pesan singkat sehari dengan radius jangkauan mencapai 1 hingga 1,5 kilometer. Tujuan utama penipuan ini adalah mencuri data pribadi, nomor kartu kredit, kata sandi, dan kode pengidentifikasi transaksi korban.
Poin-Poin Utama
- Polisi Metro Jaya memperingatkan masyarakat tentang ancaman kejahatan siber berbasis perangkat pemancar sinyal palsu atau Fake BTS.
- Perangkat Fake BTS beroperasi secara mobile untuk menyebarkan pesan singkat jebakan phishing.
- Pesan phishing seolah-olah dikirim oleh lembaga resmi seperti bank, platform belanja dalam jaringan, dan operator telepon seluler.
- Ajun Komisaris Besar Polisi Grawas Sugiharto menyampaikan peringatan dalam Konferensi Pers pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Pelaku menyasar pusat keramaian di Jakarta seperti stasiun Kereta Rel Listrik dan stasiun Moda Raya Terpadu.
- Lokasi sasaran meliputi pusat perbelanjaan yang ramai pada jam sibuk dan waktu makan siang.
- Pelaku mengendarai mobil dengan kecepatan 30 sampai 40 kilometer per jam saat mengoperasikan perangkat Fake BTS.
- Perangkat Fake BTS ditenagai aki dan memiliki radius jangkauan sinyal mencapai 1 hingga 1,5 kilometer.
- Alat pemancar palsu menyimulasikan sinyal station transceiver resmi milik operator.
- Pengoperasian Fake BTS mampu memancarkan minimal 20.000 pesan singkat dalam sehari.
- Pesan singkat berisi narasi penukaran poin promo atau penawaran kupon belanja yang segera hangus.
- Sistem ponsel dalam radius jangkauan menampilkan nama pengirim yang menyerupai nama bank terkemuka.
- Tautan dalam pesan mengarah ke situs web phishing dengan tampilan mirip situs perbankan asli.
- Situs phishing bertujuan mengumpulkan nama, nomor ponsel, dan data kartu kredit korban.
- Transaksi tidak sah pada platform belanja dalam jaringan terjadi setelah korban mengirimkan rincian kartu kredit.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.