Daya Beli Melemah, Risiko Gagal Bayar Pinjaman Daring Meningkat
Pelemahan daya beli masyarakat akibat PHK dan sulitnya mendapatkan pekerjaan meningkatkan risiko gagal bayar pada industri pinjaman daring. Pertumbuhan outstanding pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp106,94 triliun dengan tingkat risiko kredit macet 4,73%, yang mengindikasikan proses penyaringan calon peminjam kurang optimal. Industri pinjaman daring perlu beralih dari mengejar kuantitas menjadi kualitas pembiayaan dengan mengoptimalkan verifikasi melalui SLIK dan Fintech Data Center.
Poin-Poin Utama
- Pelemahan daya beli masyarakat meningkatkan risiko gagal bayar pada industri pinjaman daring.
- PHK dan sulitnya mendapatkan pekerjaan menjadi faktor utama pelemahan daya beli.
- Tekanan ekonomi dalam dua tahun terakhir mendorong peningkatan permintaan pembiayaan pinjaman daring.
- Nailul Huda merupakan Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios).
- Peningkatan permintaan berpotensi menyebabkan proses penyaringan calon peminjam menjadi kurang optimal.
- Pertumbuhan penyaluran pinjaman daring yang tinggi diikuti kenaikan tingkat risiko kredit macet.
- Outstanding pembiayaan pinjaman daring pada Agustus 2026 mencapai Rp106,94 triliun.
- Pertumbuhan outstanding pembiayaan pinjaman daring secara year-on-year mencapai 22,07%.
- Tingkat risiko kredit macet atau TWP90 industri pinjaman daring berada di level 4,73%.
- Industri pinjaman daring perlu mengubah fokus dari mengejar kuantitas menjadi meningkatkan kualitas pembiayaan.
- Proses pemberian pinjaman harus mempertimbangkan kemampuan calon peminjam dalam mengembalikan dana.
- Calon peminjam dengan riwayat gagal bayar seharusnya tidak mudah memperoleh pembiayaan baru.
- Pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) perlu dioptimalkan sebagai penyaringan awal.
- Fintech Data Center (FDC) harus dimanfaatkan untuk mendukung proses verifikasi calon peminjam.
- Kemampuan pembayaran calon peminjam harus menjadi pertimbangan utama sebelum pembiayaan disalurkan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.