Beranda Selasa, 6 Oktober 2026

!online

Politik Netral

Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Nihilnya Keterwakilan Perempuan dalam Panja RU U Pemilu

Selasa, 6 Oktober 2026, 01:08 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 11 kali
Ukuran:

Koalisi Masyarakat Sipil mengkritik ketiadaan keterwakilan perempuan dalam Panja RU U Pemilu DPR RI yang seluruh 23 anggotanya berjenis kelamin laki-laki, menilai hal ini mencerminkan bahwa prinsip keterwakilan dan kepemimpinan perempuan belum menjadi bagian dari pengambilan keputusan politik. Koalisi yang terdiri dari Perludem, NETGRIT, ICW, dan Puskapol UI mendesak partai politik serta fraksi segera memperbaiki komposisi Panja agar perempuan hadir secara bermakna dengan kewenangan setara dalam merumuskan norma dan mengambil keputusan. Ketua Panja RU U Pemilu Rifqinizamy Karsayuda membuka peluang perombakan anggota oleh masing-masing fraksi.

Poin-Poin Utama

  • Panja RU U Pemilu DPR RI beranggotakan 23 orang dan seluruhnya laki-laki.
  • Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kodifikasi RU U Pemilu menilai komposisi tersebut mencerminkan persoalan keterwakilan perempuan belum menjadi prinsip dalam pengambilan keputusan politik.
  • Koalisi terdiri dari belasan lembaga termasuk Perludem, NETGRIT, ICW, dan Puskapol UI.
  • Panja RU U Pemilu akan merumuskan desain sistem pemilu termasuk kebijakan afirmasi dan keterwakilan perempuan.
  • Absennya perempuan menciptakan paradoks kelembagaan ketika aturan keterwakilan disusun tanpa keterwakilan perempuan dalam forum pengambilan keputusan.
  • Putusan MK Nomor 169/PUU-XXII/2024 memperkuat kewajiban keterwakilan perempuan dalam pengisian sejumlah AKD dan kepemimpinannya.
  • Partai politik memiliki anggota DPR perempuan namun keberadaan mereka belum diterjemahkan menjadi penempatan dalam forum strategis Panja.
  • Persoalan terletak pada desain kelembagaan, norma, dan praktik penugasan fraksi yang tidak memastikan distribusi kekuasaan secara setara.
  • Hambatannya meliputi nominasi, akses jaringan elite dan pembiayaan, beban ganda, kekerasan politik berbasis gender, serta pembatasan kultural.
  • Kajian Puskapol UI menegaskan pentingnya pembenahan rekrutmen, penempatan kandidat, pembiayaan, dan perlindungan perempuan dari kekerasan politik.
  • Koalisi mendesak partai politik dan fraksi segera memperbaiki komposisi Panja agar perempuan hadir secara bermakna.
  • Penempatan perempuan harus disertai kewenangan setara untuk menentukan agenda, merumuskan norma, dan mengambil keputusan.
  • Ketua Panja Revisi UU Pemilu Muhammad Rifqinizamy Karsayuda membuka peluang untuk merotasi anggotanya.
  • Masing-masing fraksi tetap dapat melakukan perombakan bagi kadernya yang masuk dalam daftar Panja RU U Pemilu.
  • Koalisi menilai pengalaman politik perempuan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pengalaman laki-laki.
Tagar Terkait
#dpr ri#putusan mk#keterwakilan perempuan#koalisi masyarakat sipil#icw#panja ru u pemilu#perludem#netgrit#puskapol ui
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya