Beranda Rabu, 7 Oktober 2026

!online

Politik Netral

Di Balik Pakta Makkah: Drone, Perang Elektronik, dan Jenderal di Pusat Komando

Selasa, 6 Oktober 2026, 18:14 WIB Sumber: Republika Dibaca 9 kali
Ukuran:

militer permanen dengan koordinasi pertahanan udara, sistem nirawak, perang elektronik, kecerdasan buatan, serta pengembangan dan produksi teknologi pertahanan secara bersama. Turki memegang posisi khusus sebagai anggota NATO sekaligus pengekspor drone utama, sementara Arab Saudi memerlukan teknologi tersebut untuk menghadapi ancaman rudal dan drone dari Houthi Yaman, dan Pakistan menyediakan pengalaman operasi militer serta struktur angkatan bersenjata yang besar.

Poin-Poin Utama

  • Arab Saudi, Turki, dan Pakistan membangun mekanisme politik-militer bersama melalui Pakta Makkah.
  • Pakta Makkah mencakup pertahanan udara, sistem nirawak, perang elektronik, dan pengembangan senjata bersama.
  • Kecerdasan buatan dan sistem otonom menjadi bagian dari agenda kerja sama pertahanan trilateral.
  • Sekretariat permanen sedang dibangun di Riyadh untuk koordinasi kebijakan keamanan.
  • Pensiunan Letnan Jenderal Pakistan Nauman Mahmood muncul di pusat struktur baru Pakta Makkah.
  • Reuters melaporkan kesepakatan bukan sekadar janji saling membantu ketika diserang.
  • Rencana kerja sama mencakup latihan bersama di darat, laut, dan udara.
  • Turki merupakan salah satu eksportir drone militer penting dunia.
  • Perusahaan Turki Baykar menjual drone kepada Arab Saudi dan ikut memproduksi di kerajaan tersebut.
  • Pakistan mengoperasikan drone buatan Baykar dan membangun kapal perang berdasarkan desain Turki.
  • Industri pertahanan Turki mengekspor sekitar 10,05 miliar dolar AS, naik hampir separuh dari 2024.
  • Arab Saudi menghadapi ancaman rudal dan drone terutama dari Houthi Yaman.
  • Houthi meningkatkan serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone terhadap fasilitas Saudi.
  • Integrasi pertahanan udara dan sistem nirawak menjadi kebutuhan operasional bagi Arab Saudi.
  • Perang elektronik termasuk dalam sektor koordinasi pertahanan yang direncanakan tiga negara.
Tagar Terkait
#arab saudi#nato#turki#pakistan#industri pertahanan#pertahanan udara#drone militer#pakta makkah#sistem nirawak#perang elektronik
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya