KPR Subsidi 6% Diingatkan Jangan Sampai Cuma Untungkan Pengembang
Pemerintah menyiapkan program KPR subsidi bunga 6% bagi pekerja berpenghasilan maksimal Rp17 juta per bulan untuk rumah hargaRp500 juta, menyasar kelompok missing middle perkotaan dengan bunga di bawah rata-rata KPR perbankan. Anggota Komisi V DPR Sofwan Dedy mengingatkan agar kebijakan stimulus ekonomi 2027 ini tidak sekadar menguntungkan pengembang properti tanpa menyelesaikan persoalan backlog dan keterjangkauan perumahan.
Poin-Poin Utama
- Pemerintah menyiapkan program KPR subsidi bunga 6% untuk pekerja berpenghasilan tetap.
- Harga rumah yang dapat diakses dalam program ini maksimal Rp500 juta.
- Program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi 2027.
- Sasaran program adalah pekerja dengan penghasilan Rp17 juta per bulan.
- Kelompok target yang disasar disebut "missing middle" perkotaan.
- Missing middle adalah pekerja formal, profesional muda, atau keluarga muda dengan penghasilan stabil.
- Kelompok missing middle belum mampu membeli rumah komersial di perkotaan.
- Bunga KPR subsidi 6% lebih rendah dari suku bunga rata-rata KPR perbankan.
- Bunga KPR bank swasta nasional minimal 7% pada masa fixed.
- Setelah masa fixed, bunga KPR bank swasta nasional menjadi floating hingga 11%.
- Sofwan Dedy Ardyanto adalah Anggota Komisi V DPR dari Fraction PDI Perjuangan.
- Sofwan menyoroti potensi kebijakan ini hanya menguntungkan pengembang properti.
- Keterjangkauan perumahan menjadi salah satu persoalan yang perlu dicarikan solusi.
- Daya beli masyarakat saat ini tengah menurun.
- Backlog perumahan menjadi isu yang belum terselesaikan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.