Beranda Kamis, 8 Oktober 2026

!online

Ekonomi Netral

KPR Subsidi 6% Diingatkan Jangan Sampai Cuma Untungkan Pengembang

Kamis, 8 Oktober 2026, 00:10 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 7 kali
Ukuran:

Pemerintah menyiapkan program KPR subsidi bunga 6% bagi pekerja berpenghasilan maksimal Rp17 juta per bulan untuk rumah hargaRp500 juta, menyasar kelompok missing middle perkotaan dengan bunga di bawah rata-rata KPR perbankan. Anggota Komisi V DPR Sofwan Dedy mengingatkan agar kebijakan stimulus ekonomi 2027 ini tidak sekadar menguntungkan pengembang properti tanpa menyelesaikan persoalan backlog dan keterjangkauan perumahan.

Poin-Poin Utama

  • Pemerintah menyiapkan program KPR subsidi bunga 6% untuk pekerja berpenghasilan tetap.
  • Harga rumah yang dapat diakses dalam program ini maksimal Rp500 juta.
  • Program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi 2027.
  • Sasaran program adalah pekerja dengan penghasilan Rp17 juta per bulan.
  • Kelompok target yang disasar disebut "missing middle" perkotaan.
  • Missing middle adalah pekerja formal, profesional muda, atau keluarga muda dengan penghasilan stabil.
  • Kelompok missing middle belum mampu membeli rumah komersial di perkotaan.
  • Bunga KPR subsidi 6% lebih rendah dari suku bunga rata-rata KPR perbankan.
  • Bunga KPR bank swasta nasional minimal 7% pada masa fixed.
  • Setelah masa fixed, bunga KPR bank swasta nasional menjadi floating hingga 11%.
  • Sofwan Dedy Ardyanto adalah Anggota Komisi V DPR dari Fraction PDI Perjuangan.
  • Sofwan menyoroti potensi kebijakan ini hanya menguntungkan pengembang properti.
  • Keterjangkauan perumahan menjadi salah satu persoalan yang perlu dicarikan solusi.
  • Daya beli masyarakat saat ini tengah menurun.
  • Backlog perumahan menjadi isu yang belum terselesaikan.
Tagar Terkait
#backlog perumahan#stimulus ekonomi#kpr subsidi#pengembang properti#missing middle
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya