Puisi-puisi Arie Saptaji
Arie Saptaji adalah penulis, penerjemah, dan editor yang tinggal di Yogyakarta, dengan novelnya Alok masuk Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2026. Puisi pertama, "Selamat Jalan, Mesin Cuci", mengisahkan mesin cuci yang menemani keluarga selama hampir sepuluh tahun sebagai metafora kecemasan hidup. Puisi kedua, "Amsal Sebuah Buku", dipenuhi pertanyaan-pertanyaan fantastis yang terinspirasi dari dongeng dan mitologi.
Poin-Poin Utama
- Arie Saptaji adalah penulis, penerjemah, dan editor yang tinggal di Yogyakarta.
- Novel "Alok" diterbitkan oleh Post Press pada tahun 2025.
- Novel "Alok" masuk Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2026.
- Puisi "Selamat Jalan, Mesin Cuci" bercerita tentang mesin cuci yang menemani keluarganya hampir sepuluh tahun.
- Mesin cuci dalam puisi "Selamat Jalan, Mesin Cuci" dibeli dari royalti novel pertama Arie Saptaji.
- Mesin cuci tersebut mengikuti keluarga Arie Saptaji berpindah-pindah empat kontrakan.
- Puisi "Amsal Sebuah Buku" berisi deretan pertanyaan yang menghantui tidur pembaca.
- Pertanyaan dalam "Amsal Sebuah Buku" mencakup berbagai topik mulai dari dongeng hingga masalah eksistensial.
- Puisi "Injil Kemakmuran, Patung McJesus" menyoroti gerai McDonald's sebagai simbol perjamuan pasar bebas.
- Arie Saptaji menulis puisi dengan gaya naratif yang memadukan pengalaman sehari-hari dan refleksi filosofis.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.