Pengguna Transjakarta Berharap Tarif Tetap Terjangkau dan Layanan Dibenahi
Rencana penyesuaian tarif bus Transjakarta mulai 1 Januari 2027 mendapat tanggapan beragam dari pengguna yang berharap tarif tetap terjangkau dan kenaikan diikuti perbaikan layanan seperti penambahan armada, sterilisasi jalur, serta pembenahan fasilitas halte. Pengguna seperti Azka, Santi, dan Rais bersedia menerima tarif Rp 5.000 hingga Rp 6.000 asalkan layanan ikut dibenahi, sementara pemerintah belum mengumumkan besaran tarif baru dengan rekomendasi Dewan Transportasi Kota Jakarta sebesar Rp 5.000 untuk Transjakarta dan Rp 10.000 untuk Transjabodetabek.
Poin-Poin Utama
- Rencana penyesuaian tarif bus Transjakarta berlaku mulai 1 Januari 2027.
- Dewan Transportasi Kota Jakarta merekomendasikan tarif Transjakarta naik menjadi Rp 5.000 dan Transjabodetabek menjadi Rp 10.000.
- Tarif Transjakarta terakhir naik pada 2005 dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.500.
- Tarif Transjakarta tidak berubah selama sekitar 20 tahun.
- Azka Rizquita (24) merupakan pekerja swasta di kawasan Sudirman dan warga Cikarang, Kabupaten Bekasi.
- Pengeluaran Azka untuk Transjakarta saat ini Rp 10.500 per hari untuk tiga perjalanan.
- Pengeluaran bulanan Azka untuk Transjakarta mencapai Rp 231.000 atau setara 4 persen dari UMP Jakarta 2026.
- UMP Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp 5,73 juta.
- Kenaikan tarif menjadi Rp 5.000 hingga Rp 6.000 akan meningkatkan ongkos bulanan Azka menjadi Rp 330.000 hingga Rp 396.000.
- Jumlah tersebut setara dengan 5,8 hingga 6,9 persen dari UMP Jakarta.
- Santi (23) mengalokasikan Rp 1,7 juta per bulan untuk kos di Slipi, Jakarta Barat.
- Biaya konsumsi bulanan Santi sebesar Rp 3 juta.
- Rais (26) warga Jakarta Selatan yang bekerja di Jakarta Barat masih dapat menerima tarif Rp 6.000.
- Rais menyambut baik penambahan enam golongan penerima layanan transportasi umum gratis.
- Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan penetapan tarif baru akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.