Meski Teheran Bersiap Hadapi Invasi Baru AS, Putin: Iran Ingin Akhiri Perang
Wefaq Mokhtar Haddad menyatakan bahwa militer Iran tidak mempercayai pernyataan Trump dan memperkirakan konflik akan terus berlangsung selama dua tahun ke depan, dengan segala bentuk kesepakatan kemungkinan hanya bersifat sementara.
Poin-Poin Utama
- Trump menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu.
- Teheran mempersiapkan diri menghadapi potensi konfrontasi baru dengan Amerika Serikat.
- Iran tengah menguji sistem pertahanan udara baru di Teheran dan kota-kota lain.
- Latihan militer sedang berlangsung di Iran.
- Militer Iran mempersiapkan diri menghadapi tekanan berkelanjutan selama dua tahun.
- Iran menganggap setiap kesepakatan dengan Amerika Serikat bersifat sementara.
- Mokhtar Haddad, pemimpin redaksi surat kabar Al-Wefaq, menyampaikan pandangannya kepada Al Jazeera.
- Angkatan bersenjata Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
- Iran tidak mendasarkan perhitungan pada pernyataan resmi dari Gedung Putih.
- Ketidakpercayaan mendalam melekat di Iran terhadap statemen yang disampaikan Trump.
- Pemerintah dan militer Iran tidak mengandalkan retorika terkait pemilu Amerika Serikat.
- Iran meyakini presiden Amerika Serikat dapat membatalkan langkah apa pun kapan saja.
- Trump memiliki rekam jejak menggagalkan negosiasi bahkan saat proses berjalan positif.
- Iran memperkirakan konflik akan terus berlanjut selama dua tahun ke depan.
- Iran menilai kemungkinan besar setiap kesepakatan yang tercapai hanya bersifat sementara.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.