IHSG Hari Ini Anjlok 2,59 Persen ke Level 6.936 akibat Ketidakpastian Global
Indeks Harga Saham Gabungan ditutup anjlok 2,59% ke level 6.936,15 akibat lonjakan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, termasuk harga minyak Brent yang bertahan di atas US$100 per barel dan kekhawatiran capital outflow. Tekanan jual juga didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah ke Rp17.899 per dolar AS yang memperbesar ancaman aksi jual bersih investor asing, sementara seluruh 11 sektor saham tercatat turun dengan sektor energi memimpin pelemahan terdalam sebesar 5,88%.
Poin-Poin Utama
- IHSG ditutup turun 2,59% ke level 6.936,15 pada 12 Oktober.
- IHSG terkoreksi 157,61 poin dari sesi perdagangan sebelumnya.
- Indeks LQ45 merosot 1,79% menuju level 690,90.
- Seluruh 11 sektor saham IDX-IC jatuh serempak.
- Sektor energi memimpin pelemahan paling dalam sebesar 5,88%.
- Sektor industri tergerus 5,20% dan sektor infrastruktur melorot 4,72%.
- Rupiah melemah 0,08% ke level Rp17.899 per dolar AS.
- Frekuensi transaksi mencapai 1,85 juta kali dengan volume 57,73 miliar lembar.
- Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp13,57 triliun.
- Sebanyak 118 saham menguat, 632 saham melemah, dan 213 saham stagnan.
- Harga minyak Brent bertahan di atas 100 dolar AS per barel.
- Ketidakpastian global dan risiko geopolitik menjadi sentimen negatif utama.
- Serangan Houthi ke infrastruktur minyak Aramco di Arab Saudi memicu gejolak pasar.
- Potensi aliran modal keluar dari pasar obligasi Indonesia meningkatkan tekanan IHSG.
- Kospi Korea Selatan turun 3,65% menjadi indeks regional dengan pelemahan terbesar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.