Mengapa Houthi Menyerang Bandara Riyadh dan Rudalnya Mampu Menembus Pertahanan Saudi?
Kelompok Houthi yang disokong Iran melancarkan serangan rudal ke Bandara Internasional Riyadh, menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya, dalam eskalasi terbesar kampanye militer mereka terhadap target-target Saudi dalam beberapa pekan terakhir. Arab Saudi menjadi sasaran utama karena dukungannya terhadap pemerintah Yaman yang diakui PBB, dan serangan terhadap infrastruktur vital seperti bandara serta fasilitas minyak memperlihatkan dampak besar dari pilihan strategis Riyadh. Eskalasi ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga bahan bakar dan inflasi internasional secara global.
Poin-Poin Utama
- Serangan rudal Houthi menghantam Bandara Internasional Riyadh pada 10 Oktober 2026.
- Serangan awal menewaskan 13 orang dan melukai ratusan orang.
- Serangan susulan pada hari berikutnya menewaskan satu orang dan melukai hampir lusinan.
- Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan eskalasi terbesar terhadap infrastruktur Saudi.
- Serangan juga menyasar fasilitas minyak dan kapal tanker Arab Saudi.
- Houthi awalnya memilih tidak terlibat dalam konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
- Pada September 2026, Houthi merebut wilayah strategis dan menguasai Selat Bab al-Mandab.
- Selat Bab al-Mandab merupakan jalur pelayaran vital untuk ekspor minyak dan gas.
- Pasukan Yaman melancarkan serangan balasan besar-besaran untuk memukul mundur Houthi.
- Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui PBB.
- Serangan terhadap infrastruktur Saudi berpotensi memicu konsekuensi global.
- Eskalasi dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga bahan bakar dunia.
- Kenaikan harga bahan bakar dapat memicu inflasi internasional.
- Bandara Riyadh menjadi simbol integrasi internasional dan masa depan ekonomi Saudi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.