Produksi Hoaks dengan AI Merajalela, Isu Politik dan Iming-iming Bantuan Mendominasi
Penyebaran hoaks yang dibuat dengan AI semakin masif, ditandai kenaikan persentase dari 6,46 persen pada 2024 menjadi 17,39 persen pada paruh pertama 2026. Analisis terhadap 665 artikel di Turnbackhoax.id menunjukkan hoaks bertema politik merupakan yang paling dominan, diikuti tema bantuan, bisnis, dan hadiah. Maraknya hoaks AI ini antara lain didukung oleh teknologi deepfake seperti video palsu Menteri Keuangan Sri Mulyani yang viral.
Poin-Poin Utama
- Kompas menganalisis 10.212 artikel di Turnbackhoax.id dari 2022 hingga Agustus 2026.
- Setelah penyaringan, ditemukan 665 artikel yang membahas hoaks yang diduga dibuat dengan AI.
- Pada 2022 ditemukan 2 hoaks AI, meningkat menjadi 19 pada 2023.
- Pada 2024 ditemukan 239 hoaks AI, paling banyak dibandingkan tahun lainnya.
- Pada 2025 ditemukan 233 hoaks AI, dan pada Januari-Agustus 2026 ditemukan 172 hoaks AI.
- Proporsi hoaks AI pada 2024 hanya sekitar 6,46 persen dari total hoaks yang diperiksa.
- Proporsi hoaks AI pada 2025 naik menjadi 15,77 persen.
- Proporsi hoaks AI pada 2026 hingga Agustus meningkat menjadi 17,39 persen.
- Hoaks bertema politik merupakan yang paling banyak dengan jumlah 212 kasus.
- Hoaks bertema bantuan tercatat 85 kasus, bisnis 73 kasus, dan hadiah 71 kasus.
- Hoaks politik paling sering menyerang isu Pemilu 2024, konflik di Papua, dan perang Iran versus AS dan Israel.
- Hoaks bertema bantuan biasanya terkait pembagian uang tunai dan bantuan sosial.
- Hoaks bertema bisnis sebagian besar berupa pencatutan nama tokoh untuk promosi judi online.
- Analisis dilakukan melalui pengecekan tagging, filter kata kunci, dan pemeriksaan menggunakan model bahasa besar.
- Jumlah hoaks pada 2024 paling banyak karena penyelenggaraan Pemilu 2024.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.