Dokter Ungkap Faktor Penting dalam Memilih Kaki dan Tangan Palsu
hari pasien. Kolokium di FKUI menegaskan bahwa teknologi canggih saja tidak menjamin keberhasilan rehabilitasi; hasil optimal memerlukan asesmen yang tepat, pemilihan prostesis yang cermat, program rehabilitasi yang dipersonalisasi, serta kolaborasi efektif di antara tenaga kesehatan. Dokter rehabilitasi medik berperan penting dalam menjembatani perkembangan teknologi dengan kebutuhan fungsional pasien.
Poin-Poin Utama
- Perkembangan teknologi prostetik memperluas pilihan tangan dan kaki palsu bagi pasien amputasi.
- Pemilihan prostesis perlu mempertimbangkan kondisi klinis, kemampuan fungsional, tujuan rehabilitasi, serta aktivitas harian pasien.
- Kuliah tamu tentang rehabilitasi prostetik anggota gerak atas dan bawah diselenggarakan di Ruang Kuliah Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, FKUI, Jakarta, Senin (12/10/2026).
- Kegiatan diselenggarakan oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis Sp.KFR FKUI dengan dukungan Össur dan PT Asa Solusi Aktif (ASATIF).
- Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Rizky Kusuma Wardhani mengatakan rehabilitasi prostetik bertujuan memulihkan kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
- Teknologi canggih saja tidak menjamin keberhasilan rehabilitasi tanpa asesmen pasien yang tepat.
- Hasil rehabilitasi optimal memerlukan asesmen pasien yang cermat, pemilihan prostesis yang sesuai, program rehabilitasi yang dipersonalisasi, serta kolaborasi tenaga kesehatan.
- Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi berperan menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan fungsional pasien.
- Ahmad Risaldi dari PT Asa Solusi Aktif menilai pengenalan teknologi prostetik kepada kalangan medis dapat memperluas pilihan penanganan bagi pasien.
- Ahli prostetik dan ortotik Zulfaqar Omar mengatakan dokter tidak harus menguasai seluruh spesifikasi teknis pembuatan perangkat prostesis.
- Zulfaqar Omar mencontohkan tidak semua pasien amputasi di atas lutut membutuhkan lutut mikroprosesor.
- Tidak semua pasien amputasi tangan cocok menggunakan prostesis mioelektrik yang memanfaatkan sinyal listrik otot.
- Pemilihan komponen prostesis perlu mempertimbangkan kekuatan otot, keseimbangan, mobilitas, tujuan rehabilitasi, serta lingkungan dan aktivitas pasien.
- Pasien yang bekerja dengan sepeda motor memiliki kebutuhan prostesis berbeda dengan pasien yang beraktivitas di dalam ruangan.
- Keberhasilan rehabilitasi prostetik membutuhkan kolaborasi antara dokter rehabilitasi medik, prosthetist dan orthotist, fisioterapis, serta tenaga kesehatan lain.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.