Menlu Sugiono perkuat diplomasi bilateral di sela Sidang Umum PBB
Menteri Luar Negeri Sugiono memanfaatkan Sidang Majelis Umum PBB di New York untuk memperkuat hubungan bilateral melalui pertemuan dengan Menlu Inggris, Belanda, dan Jerman yang membahas berbagai kerja sama strategis termasuk peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jerman dan persiapan UN Peacekeeping Ministerial 2027 yang akan diselenggarakan bersama di Jakarta. Pembahasan juga mencakup penguatan kemitraan di forum multilateral seperti isu Palestina, misi pemeliharaan perdamaian PBB, serta pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030. Keseluruhan rangkaian diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas kemitraan internasional dan memajukan kepentingan nasional di tingkat bilateral maupun multilateral.
Poin-Poin Utama
- Menlu Sugiono menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat.
- Pertemuan bilateral dilakukan pada 22 September 2025.
- Menlu Sugiono bertemu Menlu Inggris Ed Miliband.
- Menlu Sugiono bertemu Menlu Belanda Tom Berendsen.
- Menlu Sugiono melakukan pull-aside dengan Menlu Jerman Johann Wadephul.
- Indonesia dan Inggris sepakat memperkuat kemitraan melalui New Strategic Partnership.
- Pembahasan dengan Jerman berfokus pada peringatan 75 tahun hubungan diplomatik tahun depan.
- Pembahasan dengan Belanda menyoroti penguatan kemitraan multilateral termasuk isu Palestina.
- Indonesia dan Belanda menjadi tuan rumah bersama UN Peacekeeping Ministerial 2027 di Jakarta.
- Pertemuan trilateral membahas penguatan misi pemeliharaan perdamaian PBB.
- Menlu Sugiono menerima kandidat Sekretaris Jenderal PBB dari Kosta Rika.
- Indonesia menggalang dukungan untuk Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030.
- Interaksi dilakukan dengan perwakilan Brunei Darussalam, Laos, dan Romania.
- Interaksi juga mencakup Belarus, Kirgistan, Mongolia, Kanada, Kolombia, dan Uni Eropa.
- Rangkaian pertemuan bertujuan memperluas kemitraan internasional dan memajukan kepentingan nasional.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.