Konflik Sudan Memburuk, 55 Ribu Warga Mengungsi ke Chad Sepanjang 2026
Lebih dari 55.000 warga Sudan dilaporkan melarikan diri ke wilayah timur Chad sejak awal tahun 2026 akibat konflik bersenjata yang terus memburuk. Sejak konflik pecah pada April 2023, Sudan telah menjadi pusat krisis pengungsian terbesar di dunia dengan sekitar 11,3 juta orang mengalami pengungsian paksa, sementara hampir 1 juta orang menyeberang ke Chad. Upaya bantuan kemanusiaan terhambat oleh minimnya anggaran karena baru sekitar 18% dari total kebutuhan dana sebesar US$1,6 miliar yang berhasil dihimpun.
Poin-Poin Utama
- Lebih dari 55.000 warga Sudan melarikan diri ke Chad sejak awal tahun 2026.
- Lebih dari 400 orang menyeberang ke Chad setiap hari melalui wilayah Adre dan Tine.
- Penyeberangan harian meningkat 20 kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
- Konflik Sudan pecah sejak April 2023.
- Sudan menjadi pusat krisis pengungsian terbesar di dunia.
- Sekitar 11,3 juta orang mengalami pengungsian paksa.
- 6,4 juta orang mengungsi di dalam negeri Sudan.
- Hampir 1 juta warga Sudan menyeberang ke Chad.
- Lebih dari 3,5 juta pengungsi Sudan tersebar di berbagai negara.
- Kondisi kemanusiaan di wilayah Darfur sangat memprihatinkan.
- Pertempuran darat, serangan udara, dan serangan pesawat tanpa awak terjadi di Kordofan dan Nil Biru.
- Dana bantuan kemanusiaan baru terealisasi sekitar 18% dari kebutuhan US$1,6 miliar.
- Balde memperingatkan bahwa kurangnya dukungan finansial memaksa pengungsi mengambil keputusan berbahaya.
- Pengungsi berpotensi kembali ke Sudan sebelum kondisi aman atau melakukan perjalanan berbahaya lainnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.