Beranda Jumat, 25 September 2026

!online

Politik Negatif

Nestapa Rohingya di Balik Diplomasi Myanmar-Malaysia

Jumat, 25 September 2026, 10:05 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Malaysia akan memulangkan 1.476 warga Myanmar dari pusat-pusat tahanan imigrasi mereka, yang mencakup sebagian warga Rohingya, meskipun kondisi di Myanmar masih buruk dan kewarganegaraan Rohingya tidak diakui. Kembalinya ke Myanmar tidak memberikan jaminan keamanan karena warga Rohingya tetap mengalami diskriminasi dan ketakutan terhadap aparat keamanan. Rencana pemulangan ini menimbulkan kekhawatiran sebagai preseden yang dapat melemahkan perlindungan pengungsi Myanmar di negara-negara lain di kawasan.

Poin-Poin Utama

  • Malaysia akan memulangkan 1.476 warga Myanmar yang saat ini berada di pusat-pusat tahanan imigrasi.
  • Mereka merupakan kelompok pertama dari total 5.000 orang dalam program pemulangan bertahap.
  • Pemulangan dijadwalkan pada 29 September 2026.
  • Rohingya comprises sekitar dua pertiga dari 190.000 pengungsi dan pencari suaka asal Myanmar di Malaysia menurut PBB.
  • Pengungsi Rohingya meninggalkan Myanmar secara besar-besaran sejak 2017.
  • Sekitar 1,2 juta warga Rohingya kini tinggal di kamp-kamp pengungsi yang padat di Bangladesh.
  • Malaysia menjadi tempat penampungan terbesar kedua bagi pengungsi asal Myanmar.
  • Mereka yang dipulangkan telah menandatangani dokumen yang menyatakan kesediaan kembali secara sukarela.
  • Myanmar telah menyatakan bersedia menerima warga yang dipulangkan.
  • Ismail, pengungsi Rohingya berusia 25 tahun, kini hidup menganggur di Yangon dari bantuan keluarga.
  • Kondisi di Myanmar semakin memburuk sejak kudeta militer pada 2021.
  • Upaya memulangkan Rohingya ke Myanmar tersendat selama bertahun-tahun karena persoalan keselamatan.
  • Kondisi di pusat-pusat tahanan imigrasi Malaysia dilaporkan buruk.
  • Pejabat PBB memperingatkan bahwa pemulangan ini dapat menjadi preseden yang mengkhawatirkan.
  • Spesialis Fortify Rights menilai banyak pengungsi lebih memilih pulang karena kondisi di pusat tahanan.
Tagar Terkait
#diplomasi#malaysia#ham#pengungsi#myanmar#rohingya#repatriasi#kudeta militer
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya