6 Alasan Rusia Kirim Jenazah Pangeran dan Orang Suci ke Medan Perang
Rusia mengirim sebagian jenazah Pangeran Dmitry Donskoy, pahlawan yang terkenal karena kemenangan dalam Pertempuran Kulikovo tahun 1380, ke garis depan perang di Ukraina sebagai relikui suci yang dibawa berkeliling ke berbagai pangkalan militer. Langkah ini merupakan bagian dari strategi propaganda Kremlin yang memanfaatkan simbolisme keagamaan untuk menggambarkan invasinya sebagai perjuangan yang direstui Tuhan dan membingkai Rusia bukan sebagai agresor melainkan pembela wilayah. Hubungan antara Kremlin dan Gereja Ortodoks Rusia kini semakin erat sejak dimulainya invasi skala penuh pada tahun 2022.
Poin-Poin Utama
- Dmitry Donskoy adalah pangeran yang bertempur demi Moskow lebih dari enam abad lalu.
- Ia dihormati di Rusia karena kemenangannya dalam Pertempuran Kulikovo pada tahun 1380.
- Sebagian jenazahnya dikirim ke garis depan pada awal September.
- Relikui tersebut dibawa berkeliling ke berbagai pangkalan militer di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
- Departemen militer Patriarkat Moskow menyatakan bahwa pangeran tersebut akan berdiri secara tak kasat mata di samping para tentara Rusia.
- Relikui berupa fragmen tangan kanan Dmitry Donskoy.
- Tangan tersebut adalah yang sama yang digunakan untuk mengayunkan pedang di Pertempuran Kulikovo.
- Sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022, Moskow memanfaatkan segala cara dalam perang.
- Upaya tersebut mencakup penggunaan simbolisme keagamaan untuk menggambarkan perjuangan mereka sebagai tindakan yang direstui Tuhan.
- Hubungan antara Kremlin dan Gereja Ortodoks Rusia menjadi lebih erat dari sebelumnya.
- Sergei Chapnin menyatakan Gereja praktis telah menyatu dengan negara.
- Pengiriman relikui suci kepada pasukan merupakan praktik yang sudah lama ada dalam tradisi Kristen Ortodoks.
- Propaganda memanfaatkan tradisi pengiriman relikui tersebut.
- Dmitry Donskoy bukan agresor melainkan pembela tanah air.
- Dari sudut pandang pemerintah, penting untuk menunjukkan bahwa Rusia bukan agresor melainkan mempertahankan wilayahnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.