Erdogan Serukan Penghapusan Hak Veto DK PBB, Mungkinkan Bisa Terwujud?
Presiden Turki Erdogan menyerukan penghapusan hak veto bagi lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dengan berargumen bahwa sistem veto saat ini tidak adil dan menghambat penanganan berbagai krisis global seperti konflik di Gaza, Ukraina, dan Selat Hormuz. Ia juga meminta perombakan total struktur DK PBB, termasuk pengakhiran status anggota tetap dan pemberian wewenang lebih besar kepada Majelis Umum PBB. Mengakhiri hak veto secara resmi akan memerlukan amendemen terhadap Piagam PBB.
Poin-Poin Utama
- Erdogan menyerukan agar lima anggota tetap DK PBB melepaskan hak veto.
- Ia menilai sistem veto saat ini tidak adil dan menghambat stabilitas serta perdamaian global.
- Kebuntuan DK PBB meliputi isu perang Israel di Gaza, perang Rusia di Ukraina, dan situasi Selat Hormuz.
- AS telah memveto tujuh resolusi terkait konflik Israel-Palestina dalam tiga tahun terakhir.
- Lima dari ketujuh resolusi tersebut menyerukan gencatan senjata di Gaza.
- Veto Rusia menghalangi DK PBB mengesahkan resolusi tegas terkait perang di Ukraina.
- Hak veto adalah wewenang memveto resolusi substantif apa pun.
- Lima anggota tetap DK PBB adalah AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
- Satu veto dari anggota tetap dapat menggagalkan resolusi yang didukung 14 anggota lainnya.
- Erdogan menyerukan perombakan total terhadap DK PBB.
- Perombakan mencakup pengakhiran status anggota tetap dan penghapusan hak veto.
- Struktur DK PBB saat ini dibentuk delapan dekade lalu.
- Erdogan mengusulkan agar Majelis Umum PBB memilih seluruh anggota DK PBB untuk masa jabatan tertentu.
- Ia menggalang dukungan dalam pidato di hadapan Majelis Umum PBB.
- Mengakhiri hak veto memerlukan amendemen terhadap Piagam PBB.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.