Beranda Minggu, 27 September 2026

!online

Budaya Negatif

Sepak Bola, Suporter, dan Politik Sehari-hari

Minggu, 27 September 2026, 11:04 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Artikel ini membahas buku Gabriel Kuhn yang meneliti sepak bola bukan sekadar permainan melainkan praktik sosial tempat politik, identitas, dan solidaritas diproduksi. Kuhn menunjukkan bahwa meskipun sepak bola profesional telah dikuasai oleh uang, media, sponsor, dan kepentingan korporasi, olahraga ini tetap menyimpan kemungkinan sebagai ruang solidaritas dan arena politik radikal, meski sekaligus juga dapat memperkuat nasionalisme, sektarianisme, dan kekerasan. Suporter memainkan peran penting dalam memproduksi kultur sepak bola melalui nyanyian, spanduk, dan aksi protes, yang menjadi bentuk politik praktis sebelum dirumuskan menjadi ideologi.

Poin-Poin Utama

  • Buku Soccer vs the State: Tackling Football and Radical Politics ditulis oleh Gabriel Kuhn pada 2011.
  • Buku tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Mahfud Ikhwan.
  • Sepak bola telah berubah menjadi industri bernilai miliaran dolar.
  • Sepak bola profesional dikuasai oleh profesionalisme, korporasi, dan administrator.
  • Stadion berfungsi sebagai tempat pembentukan identitas dan perawatan solidaritas.
  • Kuhn mempertanyakan bagaimana sepak bola masih menyimpan sisi pemberontak.
  • Kuhn membahas hubungan sepak bola dengan kelas pekerja.
  • Topik yang dibahas Kuhn meliputi nasionalisme, sektarianisme, kekerasan suporter, dan komersialisasi.
  • Kuhn juga membahas bigoti dalam kultur sepak bola.
  • Sepak bola dapat menjadi ruang solidaritas sekaligus memperkuat kekerasan dan eksklusi.
  • Politik sepak bola bergantung pada bagaimana para pelakunya menggunakan ruang tersebut.
  • Suporter memproduksi kultur sepak bola melalui chant, spanduk, koreografi, dan fanzine.
  • Aksi suporter meliputi perjalanan tandang, protes, penggalangan solidaritas, dan boikot.
  • Suporter dapat memprotes harga tiket mahal dan melawan rasisme.
  • Kuhn mengusulkan klub yang dikelola komunitas dan sepak bola berbasis coopérasi.
Tagar Terkait
#sepak bola#suporter#politik radikal#gabriel kuhn#resensi buku#kultur sepak bola#kelas pekerja
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya