Dendam Perang Dunia II Ancam Aliansi Krusial Ukraina dan Polandia
Penemuan kerangka warga Polandia yang dibantai oleh nasionalis Ukraina pada Perang Dunia II di Volhynia kembali membuka luka lama dan menggerus hubungan kedua negara yang selama ini menjadi sekutu utama. Polandia mengecam langkah Ukraina yang memuja Tentara Pemberontak Ukraina sebagai pejuang kemerdekaan, sementara kedua pihak kini berupaya menurunkan ketegangan dengan Polandia menjanjikan bantuan militer dan Ukraina menjanjikan pembukaan arsip intelijen serta izin ekshumasi lebih lanjut.
Poin-Poin Utama
- Enam kerangka manusia ditemukan di tepi ladang bunga matahari di Ukraina pada musim panas.
- Kerangka tersebut merupakan jasad warga Polandia yang dibantai oleh ultranasionalis Ukraina pada Perang Dunia II.
- Ukraina memuja Tentara Pemberontak Ukraina sebagai pejuang kemerdekaan melawan Soviet dan Jerman.
- Polandia menganggap Tentara Pemberontak Ukraina sebagai pelaku pembantaian puluhan ribu warga sipil Polandia.
- Pembantaian Volhynia terjadi pada 1943 hingga 1945 sebagai kampanye pembersihan etnis.
- Sejarawan memperkirakan hingga 90.000 warga Polandia tewas dalam pembantaian Volhynia.
- Ribuan warga Ukraina juga tewas dalam serangan balasan.
- Arkeolog Leon Popek menyatakan baru sekitar 850 korban yang ditemukan, atau sekitar 1% dari total perkiraan.
- Musim semi ini, Presiden Volodymyr Zelensky mengganti nama unit militer untuk menghormati Tentara Pemberontak Ukraina.
- Polandia mengancam akan memblokade upaya Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.
- Zelensky menjanjikan pembukaan arsip intelijen dan lampu hijau untuk ekshumasi di Volhynia.
- Polandia mengumumkan paket bantuan militer baru senilai 50 juta dolar Amerika atau sekitar Rp750 miliar.
- Polandia melanjutkan pembicaraan mengenai pasokan jet tempur MiG-29.
- Pejabat Polandia memakamkan kembali 55 jenazah di dekat Ostrowka pada akhir Agustus.
- Mantan duta besar Amerika Serikat untuk Polandia, Daniel Fried, menyatakan bahwa ketiadaan persatuan Polandia dan Ukraina menguntungkan Moskow.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.