Isu Rp480 Miliar di Muktamar ke-35 NU, Gus Nadhif Serukan Tabayyun dan Klarifikasi
Isu dugaan aliran dana senilai Rp480 miliar dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi sorotan publik. Gus Nadhif meminta masyarakat tidak terburu-buru menerima narasi tersebut dan mendesak dilakukannya tabayyun dengan bukti transaksi yang jelas, termasuk mata uang, sumber dana, mekanisme, serta dokumen pendukung. Ia juga mempertanyakan aspek fisik klaim tersebut karena jika seluruhnya berupa pecahan Rp100.000, volume uang tersebut mencapai sekitar 5,18 meter kubik sehingga pengangkutannya menggunakan dua kendaraan perlu diuji secara faktual.
Poin-Poin Utama
- Isu aliran dana Rp480 miliar dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi sorotan publik.
- Narasi yang beredar menyebutkan uang tersebut dibawa menggunakan dua mobil.
- Tokoh Muda NU sekaligus akademisi HMR Nadhif meminta publik tidak terburu-buru menerima narasi tersebut.
- Gus Nadhif adalah Ketua Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Anwar.
- Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada tanggal 29 September 2026.
- Klaim dana Rp480 miliar harus disertai penjelasan mengenai mata uang, pecahan, sumber, mekanisme, pihak, waktu, dan dokumen pendukung.
- Jika dana Rp480 miliar menggunakan pecahan Rp100.000, jumlah lembar uang mencapai sekitar 4,8 juta lembar.
- Volume teoritis uang tersebut mencapai sekitar 5,18 meter kubik.
- Perhitungan volume tersebut belum memperhitungkan ikatan, kemasan, maupun ruang kosong dalam penyusunan.
- Gus Nadhif menilai klaim pengangkutan uang menggunakan dua kendaraan perlu diuji secara faktual.
- Jika nominal Rp480 miliar merupakan mata uang asing, hal tersebut menimbulkan pertanyaan terkait sumber dana dan kepatuhan terhadap ketentuan sistem keuangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.