Beranda Rabu, 30 September 2026

!online

Otomotif Netral

Saat Mobil Listrik Menggoda Pengendara Kendaraan Berbahan Bakar Bensin

Rabu, 30 September 2026, 16:06 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober dengan menghadirkan 18 merek kendaraan dari Jepang, China, Korea, dan Vietnam. Hingga Agustus 2026, sebanyak 101.171 mobil listrik telah didistribusikan dari pabrik ke dealer, sementara sepanjang Januari-November 2025 tercatat 82.525 unit terjual atau 11,62 persen dari total penjualan kendaraan nasional. Berbagai inovasi dan desain terkini ditampilkan untuk menarik konsumen, termasuk mobil hibrida dan kendaraan listrik berdesain kompak yang mengakomodasi keinginan masyarakat terhadap kendaraan hemat bahan bakar.

Poin-Poin Utama

  • GIIAS Semarang 2026 berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.
  • Pameran GIIAS 2026 Semarang menghadirkan 18 merek kendaraan dari Jepang, Tiongkok, Korea, dan Vietnam.
  • Merek yang tampil meliputi BAIC, BYD, Chery, Daihatsu, Honda, Toyota, Jetour, KIA, Wuling, dan Polytron.
  • Hingga Agustus 2026, sebanyak 101.171 mobil listrik telah didistribusikan dari pabrik ke dealer.
  • Sepanjang Januari-November 2025, penjualan mobil listrik mencapai 82.525 unit atau 11,62 persen dari total penjualan kendaraan nasional.
  • Chery QQ merupakan mobil listrik yang عرض menarik perhatian pengunjung untuk penggunaan di perkotaan.
  • Harga mobil kelas menengah berkisar Rp400 juta.
  • Honda Super-One hadir dengan desain kotak minimalis bergaya Jepang.
  • Wuling Aira EV hadir melalui kolaborasi bersama Disney & Pixar Toy Story 5.
  • BYD M6 DM dilengkapi teknologi dual mode atau sistem hibrida.
  • BYD M6 DM mengklaim konsumsi bensin 65 kilometer per liter.
  • BYD M6 DM memiliki daya jelajah hingga 1.800 kilometer.
Tagar Terkait
#mobil listrik#otomotif#giias#pameran otomotif#gaikindo#kendaraan bermotor#hibrida
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya