Kisah Haru Ulama Gaza, 3 Anak Syahid akibat Bom
Profesor Maher Hamed dari Gaza mengunjungi Kantor Baznas RI di Jakarta pada 1 Oktober untuk memaparkan krisis kemanusiaan yang makin memburuk di wilayahnya. Dalam pertemuan tersebut, ia mengungkapkan duka mendalamnya setelah kehilangan tiga putra yang merupakan penghafal Al-Qur'an, dua saudara laki-laki, puluhan kerabat, serta cucu akibat serangan bom. Kunjungan ini menjadi dasar Baznas dalam merencanakan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza menjelang musim dingin dan Ramadan.
Poin-Poin Utama
- Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli berasal dari Gaza, Palestina.
- Kunjungan dilakukan di Kantor Baznas RI, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober.
- Prof. Maher kehilangan tiga putra yang gugur akibat serangan bom.
- Tiga putra Prof. Maher dikenal sebagai penghafal Al-Qur'an.
- Prof. Maher juga kehilangan satu cucu, dua saudara laki-laki, dan puluhan kerabat.
- Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk.
- Warga Gaza menghadapi kesulitan untuk memakamkan jenazah para syuhada.
- Kesulitan pemakaman disebabkan keterbatasan biaya dan material.
- Ancaman terhadap Masjid Al-Aqsa terus berlanjut.
- Musim dingin segera melanda Gaza.
- Prof. Maher menekankan bantuan kemanusiaan sangat mendesak.
- Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi dari Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban.
- Sodik Mudjahid selaku Ketua Baznas RI menyambut kedatangan Prof. Maher.
- Informasi dari Prof. Maher akan menjadi dasar penyaluran bantuan.
- Bantuan besonders ditujukan menjelang musim dingin dan bulan Ramadan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.