Kalahkan Avengers, Film NAZA Puncaki Box Office Italia
Film dokumenter NAZA yang membongkar sistem pembunuhan massal di Gaza oleh militer Israel berhasil memuncaki box office Italia dengan pendapatan sekitar 1,2 juta dolar AS dalam dua hari, mengalahkan Avengers: Endgame Encore yang hanya mengumpulkan 404 ribu dolar AS. Film garapan sutradara Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor ini awalnya dijadwalkan tayang selama tiga hari, namun diperpanjang karena antusiasme penonton yang tinggi. Film ini mengangkat kesaksian 24 perwira dan prajurit intelijen Israel mengenai operasi militer di Gaza, termasuk sistem berbasis AI bernama Lavender yang digunakan untuk mengidentifikasi target pembunuhan, dan akan segera tayang di 50 negara termasuk Indonesia.
Poin-Poin Utama
- Film dokumenter NAZA memuncaki box office Italia dan menggeser Avengers: Endgame Encore dari posisi teratas.
- Film ini disutradarai oleh Yuval Abraham dan Rachel Szor yang keduanya berasal dari Israel.
- NAZA meraup pendapatan sekitar 1,2 juta dolar AS dalam dua hari penayangan pertama.
- Avengers: Endgame Encore hanya mengumpulkan sekitar 404 ribu dolar AS dalam periode dua hari yang sama.
- Pada 28 September 2026, NAZA mencatat pendapatan hari pertama sekitar 451,9 ribu euro dengan 60.467 penonton.
- Film NAZA dirilis di Italia melalui distributor I Wonder Pictures.
- Film ini awalnya dijadwalkan tayang selama tiga hari dari 28 hingga 30 September 2026.
- Tingginya antusiasme penonton menyebabkan masa tayang NAZA di Italia diperpanjang.
- NAZA akan dirilis di 50 negara termasuk Indonesia setelah penayangan di bioskop selesai.
- Film ini akan tersedia secara gratis melalui situs The Guardian pada akhir November 2026.
- NAZA meraih Penghargaan Khusus Juri di Festival Film Venesia.
- Film ini mendapat tepuk tangan meriah selama 25 menit setelah pemutaran di festival tersebut.
- NAZA mengangkat kesaksian 24 perwira dan prajurit intelijen militer Israel yang identitasnya dirahasiakan.
- Film ini dibuat secara rahasia selama sekitar tiga tahun.
- Sistem berbasis kecerdasan buatan yang dikenal sebagai Lavender digunakan untuk mengidentifikasi target pembunuhan di Gaza.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.