Senapan Berburu Jadi Tameng Anti-Drone, Ini Senjata Baru Turki
drone bernama Drone Kalkanı yang menggunakan dua senapan Derya MAX kaliber 12 pada turret untuk menghancurkan drone secara fisik, diperkenalkan di MUSIAD EXPO 2026 dan ditargetkan kesiapan operasional sebelum akhir 2026. Sistem ini dirancang khusus untuk menghadapi drone FPV berbasis serat optik yang tidak dapat dijangkau oleh pengacau sinyal konvensional, dengan jangkauan deteksi 600-800 meter dan jarak tembak efektif sekitar 150 meter menggunakan amunisi Sterling 12 gauge magnum berbasis tungsten.
Poin-Poin Utama
- Turki memperkenalkan sistem Drone Kalkanı pada MUSIAD EXPO 2026 di Istanbul.
- Pameran tersebut berlangsung pada 23 hingga 26 September 2026.
- Drone Kalkanı menggunakan dua senapan semi-otomatis Derya MAX kaliber 12.
- Sistem ditargetkan siap beroperasi dan memasuki produksi serial sebelum akhir 2026.
- Drone Kalkanı dirancang untuk menghancurkan drone secara fisik menggunakan proyektil.
- Sistem ini mampu melawan drone FPV yang dikendalikan melalui kabel serat optik.
- Drone berbasis serat optik tidak dapat diputus koneksinya oleh pengacau frekuensi konvensional.
- Sensor elektro-optik dan sensor akustik pada turret dipasok oleh Lasersan.
- Sistem menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan melacak sasaran.
- Jarak deteksi dan pelacakan sasaran mencapai sekitar 600 hingga 800 meter.
- Pada jarak sekitar 150 meter, kedua senapan melepaskan tembakan secara bersamaan.
- Sistem menggunakan amunisi Sterling kaliber 12 gauge magnum dari Turaç.
- Amunisi berbasis tungsten menciptakan awan logam berdiameter sekitar dua meter pada jarak sekitar 140 meter.
- Senapan Derya MAX menggunakan mekanisme gas dengan chamber 76 milimeter.
- Magasin sistem berkapasitas 10 atau 15 butir untuk tembakan lanjutan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.