Gaya Hidup Turun Kelas
Fenomena "trading down" atau penurunan gaya hidup ramai diperbincangkan di media sosial, di mana masyarakat beralih dari produk, layanan, dan aset bernilai lebih tinggi ke alternatif yang lebih murah. Contohnya termasuk penjualan mobil premium untuk diganti LCGC, perpindahan dari produk perawatan kulit premium ke merek terjangkau, serta penghematan pada pengeluaran harian seperti makan di luar dan hiburan keluarga. Bagi sebagian orang, penyesuaian ini mencakup perubahan skala usaha, pengalihan penghematan untuk dana darurat dan pendidikan anak, serta penjualan barang tidak terpakai.
Poin-Poin Utama
- Kalimat "In this economy, apa yang sudah kalian downgrade?" viral di media sosial Indonesia.
- Pengguna @aliashariakbar menjual mobil Wuling Cortez dan pindah ke rumah mertua.
- Pengguna @bonprasetyo mengurangi aset dari dua mobil dan lima sepeda motor menjadi satu mobil dan dua sepeda motor.
- Usaha @bonprasetyo menyusut dari dua restoran dengan 25 pekerja menjadi satu restoran dengan tujuh pekerja.
- Pengguna @wulan-as17 menjual Honda HR-V dan menggantinya dengan mobil LCGC.
- Fenomena pergantian ke produk atau layanan lebih murah disebut trading down.
- Fia (35), warga Jakarta, beralih dari produk skincare premium ke merek lokal mulai 2023.
- Fia menggunakan merek Harlette, Hada Labo, dan Labore sebagai pengganti produk mahal.
- Keluarga Fia mengalihkan penghematan untuk dana darurat dan biaya pendidikan anak.
- Keluarga Fia lebih sering memasak di rumah dan membatasi makan di luar hanya pada akhir pekan.
- Bekal makanan dari rumah dibawa saat menunggu anak mengikuti les.
- Pakaian dan sepatu keluarga Fia hanya dibeli ketika benar-benar diperlukan.
- Kegiatan hiburan keluarga dialihkan ke taman dan perpustakaan.
- Fia menjual barang yang tidak terpakai untuk menambah dana penghematan.
- Perubahan gaya hidup mencerminkan penyesuaian masyarakat terhadap tekanan ekonomi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.