Beranda Minggu, 4 Oktober 2026

!online

Lingkungan Negatif

Krisis Overpopulasi: Populasi Bumi Harus Berkurang Miliaran pada 2200?

Minggu, 4 Oktober 2026, 07:06 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Penelitian dalam jurnal Environmental Research Letters menunjukkan bahwa Bumi tidak mampu lagi mengimbangi konsumsi sumber daya manusia, sehingga populasi harus berkurang menjadi 4 miliar jiwa pada tahun 2200 dari proyeksi 12,4 miliar pada 2070. Para ilmuwan menyatakan bahwa bahan bakar fosil selama ini menyembunyikan dampak overshoot ekologis yang sebenarnya, dan tekanan terhadap sistem global sudah terlihat melalui lonjakan harga pupuk, risiko pandemi, serta kesenjangan pendapatan yang melebar. Solusi jangka pendek yang disarankan meliputi investasi teknologi berkelanjutan, penghentian ketergantungan bahan bakar fosil, dan penyesuaian ekonomi dengan batas kemampuan planet.

Poin-Poin Utama

  • Penelitian dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research Letters.
  • Titik balik terjadi pada awal 1960-an ketika populasi terus meroket dan sumber daya ekologis mulai menyusut.
  • Corey Bradshaw dari Flinders University menjadi penulis utama studi tersebut.
  • Thomas Robert Malthus pada 1798 memprediksi katastrofe Malthusian saat pertumbuhan populasi melampaui produksi pertanian.
  • Buku The Population Bomb karya Paul dan Anne Erlich terbit pada 1968.
  • Populasi dunia saat ini diperkirakan mencapai 8,3 miliar jiwa.
  • Populasi global diprediksi terus naik hingga 12,4 miliar pada 2070.
  • Studi dalam jurnal Sustainable Development menyarankan populasi dunia menyusut menjadi 4 miliar jiwa pada 2200.
  • Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim mencantumkan pertumbuhan populasi sebagai pendorong utama emisi gas rumah kaca.
  • Bahan bakar fosil selama lebih dari satu abad menyembunyikan efek overshoot ekologis.
  • Indikator krisis meliputi lonjakan harga pupuk buatan, meningkatnya risiko pandemi, dan kesenjangan pendapatan yang melebar.
  • Filosofi limitarianism menetapkan batas egaliter pada sumber daya yang boleh dikonsumsi per orang.
  • Solusi jangka pendek meliputi investasi pada teknologi berkelanjutan dan mengakhiri ketergantungan bahan bakar fosil.
  • Ekonomi harus dibangun selaras dengan batas kemampuan planet.
  • Penurunan populasi menjadi setengahnya dianggap lebih tidak mengganggu dibandingkan lonjakan populasi empat kali lipat pada abad lalu.
Tagar Terkait
#perubahan iklim#penelitian#bahan bakar fosil#populasi#krisis-ekologi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya