20 rumah rusak akibat gempa Sumba Barat Daya
Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu pagi, menyebabkan 20 rumah rusak yang terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang, serta merusak tiga fasilitas ibadah, satu fasilitas pendidikan, dan satu fasilitas umum. Satu warga mengalami luka ringan dan telah menjalani rawat jalan, sementara tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka berat. Gempa yang berpusat di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi tersebut tidak berpotensi tsunami, dan posko penanganan bencana telah didirikan dengan 173 personel yang disiagakan untuk pemantauan serta penanganan pasca-gempa.
Poin-Poin Utama
- Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pukul 06.55 Wita.
- Sedikitnya 20 rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang.
- Kerusakan rumah tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
- Tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.
- Satu fasilitas pendidikan terdampak, yakni SDK Manu Toghi.
- Satu fasilitas umum terdampak, yakni Balai KB Desa Wallandimu.
- Di Kabupaten Sumba Barat tercatat tiga rumah atau asrama koramil mengalami kerusakan ringan.
- Dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan berupa plafon dan retakan pada tembok.
- Satu warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan dan menjalani rawat jalan.
- Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka berat.
- Gempa berpusat di laut sekitar 14 kilometer barat daya Kodi dengan kedalaman 10 kilometer.
- Koordinat pusat gempa berada pada 9,70 derajat Lintang Selatan dan 118,92 derajat Bujur Timur.
- Gempa tidak berpotensi tsunami.
- Posko awal penanganan bencana didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.
- Sebanyak 173 personel disiagakan untuk pemantauan dan penanganan pascagempa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.