Ekspor Minyak Selat Hormuz Rebound Nyaris Normal, Kenapa Harga BBM & Diesel Malah Meledak?
Ekspor minyak mentah dari Selat Hormuz telah pulih mendekati level sebelum perang, mencapai 16,5 juta barel per hari pada September 2026, setelah Iran sebelumnya memblokir selat tersebut sejak perang AS-Iran pecah pada Februari 2026. Produsen minyak circumventir hambatan dengan mengalihkan minyak melalui pipa darat (40% dari total) dan armada kapal hantu serta transfer antar-kapal (ship-to-ship). Meski ekspor minyak mentah membaik, harga produk olahan seperti diesel justru melonjak tajam mencapai rekor tertinggi karena ketidakseimbangan antara pemulihan pasokan mentah dan krisis pasokan produk minyak olahan.
Poin-Poin Utama
- Volume ekspor minyak mentah dari Selat Hormuz mencapai 16,5 juta barel per hari pada September 2026.
- Angka tersebut menyamai rata-rata harian sebelum Perang Iran pecah.
- Volume ekspor melonjak 10,5 juta barel per hari dibandingkan rata-rata bulanan pada Maret 2026.
- Perang AS-Iran meletus pada 28 Februari 2026.
- Iran sempat memblokir Selat Hormuz setelah perang meletus.
- Kontrol Iran terhadap Selat Hormuz kini makin melonggar.
- Produsen minyak dan industri pelayaran menemukan berbagai cara untuk menerobos hambatan logistik.
- Sekitar 40% minyak mentah kawasan diangkut tanpa melintasi Selat Hormuz.
- Angka tersebut meningkat dibanding hanya 17% sebelum perang.
- Pipa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab digunakan sebagai jalur darat alternatif.
- Pipa East-West Arab Saudi di Laut Merah (Pelabuhan Yanbu) mendorong pemulihan ekspor.
- Armada Kapal Hantu menggunakan kapal tanker raksasa (VLCC) yang mematikan transponder satelit.
- Lebih dari 70% minyak mentah yang melewati Hormuz pada Agustus dialihkan secara ship-to-ship.
- Transfer ship-to-ship dilakukan di perairan lepas pantai Oman dan Fujairah.
- Harga diesel meroket hingga menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.