Lingkungan Netral
Gletser Swiss Kehilangan Hampir 20 Persen Massa Es dalam Lima Tahun
Poin-Poin Utama
- Gletser Swiss kehilangan hampir 20 persen massa es dalam periode 2022-2026.
- Tahun 2026 menjadi tahun dengan pencairan es gletser Swiss terbanyak kedua sejak pencatatan dilakukan.
- Gletser Swiss kehilangan 5,5 persen volume esnya pada 2026.
- Pencairan terjadi akibat suhu musim panas tinggi dan sedikitnya salju yang turun.
- Ketua GLAMOS Matthias Huss menyebut 2026 sebagai tahun "bencana" bagi gletser Swiss.
- Gletser Scex Rouge pada ketinggian hampir 3.000 meter di atas permukaan laut tidak akan mampu bertahan jangka panjang.
- Es gletser Scex Rouge kemungkinan tidak akan ada lagi dalam 10 atau 15 tahun.
- Tiang aluminium sepanjang empat meter untuk mengukur ketebalan es kini lebih dari tiga meter terlihat di atas permukaan.
- Laju pencairan 2022-2026 lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode lima tahun mana pun yang sebelumnya dipantau.
- Volume es gletser Swiss yang hilang mencapai hampir 20 persen sejak 2021.
- Sepuluh persen volume es gletser Swiss hilang selama periode 1990-2000.
- Dalam satu dekade terakhir, jumlah es yang hilang mencapai 27 persen.
- GLAMOS melakukan pengukuran pada September terhadap 23 gletser yang menjadi lokasi rujukan.
- Hasil pengukuran digunakan untuk memperkirakan kondisi hampir 1.300 formasi gletser di Swiss.
- Juni, Juli, dan Agustus 2026 masing-masing menjadi bulan terpanas yang pernah tercatat di Swiss sejak 1864.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di RepublikaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.