Hari Kedua TPJF 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Penonton Nikmati Musik dan Budaya
Hari kedua The Papandayan Jazz Festival 2026 berhasil menarik ribuan penonton yang menikmati berbagai pertunjukan di enam panggung dengan tema "Sounds to the Soul", memadukan jazz modern, kolaborasi lintas genre dan budaya, serta unsur budaya Sunda melalui pertunjukan tari tradisional dan wayang golek. Festival ditutup dengan penampilan Mahalini yang memukau ribuan penonton di Kota Baru Parahyangan Stage, membuktikan jazz tetap memiliki tempat istimewa di hati penikmat musik Indonesia.
Poin-Poin Utama
- Hari kedua TPJF 2026 berlangsung pada Minggu, 4 Oktober.
- Ribuan pengunjung memadati area festival selama dua hari penyelenggaraan.
- Festival diadakan di enam panggung dengan karakter dan konsep berbeda.
- Tema TPJF 2026 adalah "Sounds to the Soul".
- Festival menampilkan musisi nasional maupun internasional.
- Ranggaswara Group memadukan tari Bajidoran khas Sunda dengan sentuhan jazz modern.
- Funky Journal membawakan komposisi jazz-funk di TP Stage.
- Andre Dinuth Group feat Matthew Sayersz tampil di BRI Stage HuruBatu Grill Garden.
- Rafi Sudirman membawakan lagu dari album "Hari Ini, Esok, dan Selamanya".
- Swara Katresna menampilkan tarian tradisional Jaipongan.
- Wayang golek "Prahara Jagat Pewayangan" dimainkan oleh Ki Dalang Anom Ali Bratha Sena.
- Barry Likumahuwa tampil bersama TPJC Collective dan talenta muda TP Jazz Competition.
- Reyharp feat Balawan Project menutup panggung Ron88 Cimanuk Ballroom.
- "A Night of Frank Sinatra" dipimpin Dwiki Dharmawan bersama Bandung Jazz Orchestra.
- Mahalini membawakan lagu Mati-Matian, Bohongi Hati, Melawan Restu, Kisah Sempurna, Sial, dan Sisa Rasa di Suagi Ballroom.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.