Blok M Direvitalisasi, Aktivitas Tetap Berjalan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung peluncuran desain transformasi Blok M Fase Ultimate pada 6 Oktober 2026 dengan memastikan kawasan tidak akan ditutup selama revitalisasi agar aktivitas tidak berhenti. Seluruh 332 tenant akan dipindahkan ke lokasi sementara sebelum pembangunan dimulai dan TransJakarta tetap beroperasi seperti biasa selama proses berlangsung. Pramono meminta MRT Jakarta dan Intiland menjaga konsep utama Blok M sebagai kawasan yang hidup, terkoneksi, dan menjadi wadah bagi kemajuan anak muda serta tradisi budaya kolaborasi.
Poin-Poin Utama
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncur Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate pada 6 Oktober 2026.
- Blok M tidak akan ditutup selama proses revitalisasi berlangsung.
- Seluruh aktivitas di Blok M tetap berjalan selama proses revitalisasi.
- Terdapat 332 tenant yang akan dipindahkan ke lokasi sementara selama pembangunan.
- Seluruh tenant dijamin tidak berhenti beroperasi selama masa transisi.
- TransJakarta tetap beroperasi selama revitalisasi Blok M berlangsung.
- Revitalisasi bertujuan menjadikan Blok M kawasan yang lebih baik, modern, dan tertata.
- Kawasan Blok M dikenal luas dengan julukan "Negara Blok M".
- Akses menuju Blok M semakin mudah melalui MRT Jakarta, TransJakarta, dan TransJabodetabek.
- MRT Jakarta dan Intiland diminta mempertahankan konsep utama Blok M.
- Konsep utama Blok M mencakup tempat bekerja yang bersifat live dan terkoneksi dengan seluruh dunia.
- Kawasan ini menjadi wadah bagi kemajuan anak-anak muda dan tradisi budaya baru.
- Masyarakat dari berbagai daerah menjadikan Blok M destinasi untuk mencari kuliner viral dan pembelian terjangkau.
- Keunikan Blok M terletak pada perpaduan aspek budaya, ekonomi, dan komersial.
- Gubernur Pramono meminta pihak terkait menjaga keberlangsungan Blok M dari berbagai aspek.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.