Bank BSN Gandeng Persikad dan Persiraja, Bidik Ekonomi Sepak Bola
Bank Syariah Nasional menjalin kerja sama penjajagan dengan Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh untuk memperluas layanan perbankan syariah ke ekosistem sepak bola Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup layanan transaksi digital melalui Bale Syariah, sistem pembayaran, serta layanan bagi pelaku UMKM di sekitar klub, dengan harapan masyarakat Aceh dapat merasakan manfaat kehadiran bank tersebut. Sepak bola diketahui sebagai olahraga paling populer di Indonesia berdasarkan data Nielsen Fan Insights November 2025, sehingga menjadi peluang bagi Bank BSN untuk menjangkau basis nasabah yang lebih luas.
Poin-Poin Utama
- PT Bank Syariah Nasional menggagas kerja sama dengan Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh.
- Bank BSN mengeksplorasi layanan perbankan, transaksi digital, dan sistem pembayaran bagi ekosistem sepak bola.
- Bank BSN menyasar pelaku UMKM di sekitar kedua klub sepak bola.
- Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor memimpin inisiatif kerja sama tersebut.
- Data Nielsen Fan Insights Indonesia November 2025 menyebut sepak bola sebagai olahraga paling populer di Indonesia.
- Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam mendukung kerja sama ini.
- Wilayah barat Aceh dari Trumon hingga Meulaboh dipandang berpotensi bagi pengembangan layanan Bank BSN.
- Bank BSN belum merinci produk, nilai kerja sama, maupun target transaksi dari kemitraan tersebut.
- Aplikasi Bale Syariah mencatat hampir 239 ribu pengguna aktif hingga Agustus 2026.
- Frekuensi transaksi Bale Syariah melampaui 3,29 juta kali dengan nilai sekitar Rp6,57 triliun.
- Aset Bank BSN mencapai Rp81,5 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 20,75 persen year on year.
- Pembiayaan Bank BSN meningkat 26,12 persen menjadi Rp63,2 triliun.
- Dana pihak ketiga Bank BSN naik 13,19 persen menjadi Rp64 triliun.
- Laba sebelum pajak Bank BSN mencapai Rp721 miliar hingga akhir Agustus 2026.
- Laba sebelum pajak Bank BSN tumbuh 36,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.