Bisakah Piala Liga Mendongkrak Menit Bermain Pemain Lokal?
I League merancang Piala Liga yang dimulai November 2026 dengan membatasi pemain asing maksimal tiga orang per klub untuk memberi kesempatan bermain lebih luas bagi pemain lokal, berbeda dengan Liga Super yang memperbolehkan hingga tujuh pemain asing. Namun, format kompetisi pendek yang menuntut kemenangan di dua laga penyisihan grup berpotensi mendorong pelatih menurunkan pemain andalan, sehingga misi mulia tersebut bisa gagal direalisasikan. Pembatasan pemain asing memang membuka lebih banyak tempat bagi pemain lokal, namun keputusan siapa yang dimainkan tetap berada di tangan pelatih yang cenderung memprioritaskan kemenangan.
Poin-Poin Utama
- I League merancang turnamen baru bernama Piala Liga untuk Liga Super Indonesia.
- Piala Liga diikuti 38 klub yang terdiri dari 18 klub Liga Super dan 20 Divisi Championship.
- Kompetisi dimulai pada 3 November 2026 dan final dijadwalkan pada 19 Mei 2027.
- Setiap klub hanya diperbolehkan menggunakan maksimal tiga pemain asing di Piala Liga.
- Liga Super memperbolehkan hingga tujuh pemain asing di atas lapangan.
- Di Piala Liga, sedikitnya delapan dari sebelas posisi di lapangan harus diisi pemain lokal.
- Persib Bandung dan Borneo FC mendapat keistimewaan lolos langsung ke perempat final.
- Kedua klub tersebut mendapat keistimewaan karena terlibat dalam kompetisi antarklub Asia Tenggara dan Asia.
- Sembilan puluh enam klub sisanya dibagi ke dalam 12 grup.
- Setiap grup terdiri dari tiga klub yang menjalani laga kandang dan tandang masing-masing satu kali.
- Hanya juara grup yang berhak lolos ke babak gugur.
- Directeur Utama I League Ferry Paulus memimpin pengundian fase grup pada 7 Oktober 2026 di Jakarta.
- Piala Liga berjalan paralel dengan Liga Super sehingga klub diprediksi bakal menerapkan rotasi pemain.
- Format kompetisi yang pendek memungkinkan pelatih tetap menurunkan pemain andalan tanpa rotasi.
- Tekanan meraih kemenangan sejak laga pertama berpotensi berbenturan dengan misi menambah menit bermain pemain lokal.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.