IBL Kurangi Kuota Pemain Asing dan Pertahankan Sistem Home-Away, Ini Alasannya
IBL mengurangi kuota pemain asing dari tiga menjadi dua orang untuk setiap klub pada musim 2027 sebagai langkah memberikan kesempatan bermain lebih besar kepada pebasket lokal dan memperkuat kualitas mereka. Liga tetap mempertahankan format kandang-tandang karena dinilai masih yang terbaik untuk perkembangan klub dan basis penggemar di daerah. Co-Owner Rans Simba Bogor Norman Edward Sebastian mendukung kebijakan tersebut dan menyatakan bahwa kehadiran pelatih asing justru lebih berpengaruh terhadap perkembangan pemain lokal dibandingkan pemain asing.
Poin-Poin Utama
- IBL mengurangi kuota pemain asing dari tiga menjadi dua pemain per klub pada musim 2027.
- Setiap klub IBL hanya boleh menurunkan dua pemain asing yang bermain bersamaan di lapangan.
- Format kandang-tandang tetap dipertahankan untuk mendukung perkembangan klub dan basis penggemar daerah.
- Junas Miradiarsyah adalah Direktur Utama IBL.
- Pengurangan kuota pemain asing bertujuan memberikan kesempatan bermain lebih besar kepada pebasket lokal.
- Kebijakan baru diharapkan meningkatkan menit bermain dan memperkuat kualitas pemain Indonesia.
- Peningkatan kesempatan bermain bagi pemain lokal diperlukan untuk memperkuat tim nasional.
- IBL menilai perlu penguatan jalur pembinaan pemain berusia 18 hingga 22 tahun.
- Norman Edward Sebastian adalah Co-Owner Rans Simba Bogor.
- Norman menilai pemain asing tidak terlalu berdampak signifikan terhadap perkembangan pemain lokal.
- Pengurangan pemain asing akan mengurangi anggaran klub untuk satu musim kompetisi.
- Norman menilai kehadiran pelatih asing berpengaruh terhadap perkembangan pemain lokal.
- Ramiro Diaz Cuello adalah pelatih asing yang direkrut Rans Simba pada Agustus 2026.
- Diskusi tentang ekosistem bola basket Indonesia diselenggarakan Jusraga di Jakarta pada 6 Oktober 2026.
- Rans Simba mempertahankan pemain lokal yang menunjukkan peningkatan kemampuan setelah arahan Ramiro Diaz Cuello.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.