Beranda Rabu, 7 Oktober 2026

!online

Tekno Netral

Kepala BRIN Bawa Visi Besar Prabowo soal IPTEK di STS Forum Kyoto

Rabu, 7 Oktober 2026, 02:01 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 9 kali
Ukuran:

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan visi besar Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguasaan sains dan teknologi bagi pembangunan, daya saing, dan ketahanan nasional Indonesia dalam forum STS Forum di Kyoto, Jepang. Arif menekankan bahwa penguatan kapasitas nasional perlu diimbangi dengan kerja sama internasional karena tantangan global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan tidak mengenal batas negara. Dalam forum tersebut, Arif menyampaikan tiga pemikiran utama mengenai diplomasi sains yang perlu tetap menjadi instrumen kepercayaan internasional, berorientasi pada negara berkembang sebagai pencipta pengetahuan, serta dibangun melalui jejaring kerja sama yang saling terhubung.

Poin-Poin Utama

  • Arif Satria selaku Kepala BRIN menghadiri forum STS Forum di Kyoto, Jepang.
  • Forum STS Forum diselenggarakan pada Senin, 5 Oktober 2026 waktu setempat.
  • Arif menyampaikan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan sains dan teknologi.
  • Prabowo menekankan penguasaan sains dan teknologi sebagai penentu kemajuan dan pembangunan bangsa.
  • Penguasaan sains dan teknologi diperlukan untuk memperkuat daya saing dan ketahanan nasional Indonesia.
  • Sains melampaui batas negara karena pengetahuan, talenta, data, dan teknologi semakin terhubung secara global.
  • Tantangan global mencakup perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, serta perkembangan teknologi baru.
  • Ketegangan geopolitik dan persaingan atas teknologi kritis mempersulit kerja sama ilmiah internasional.
  • Diplomasi sains harus tetap menjadi instrumen membangun kepercayaan dan kerja sama internasional.
  • Diplomasi sains perlu berkembang menjadi lebih tangguh, timbal balik, dan inklusif.
  • Negara berkembang perlu menjadi pencipta pengetahuan dan teknologi, bukan sekadar sumber data atau penerima teknologi.
  • Diplomasi sains perlu dibangun melalui jejaring kerja sama bilateral, regional, konsorsium riset, dan mobilitas peneliti.
  • Indonesia mendorong diplomasi sains yang menjaga keterbukaan tanpa mengabaikan kepentingan nasional.
  • Negara dengan kemampuan ilmiah lebih kuat dapat menjadi mitra internasional yang lebih kuat.
  • Kemitraan internasional yang lebih kuat dapat memperkuat kemampuan nasional Indonesia.
Tagar Terkait
#prabowo subianto#brin#teknologi#sains#iptek#sts forum#kyoto#diplomasi sains
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya