Fictor Roring Usulkan Dua Kompetisi IBL untuk Kepentingan Timnas Basket Indonesia
masing minimal 20 laga. Ia menilai IBL All Indonesian yang hanya berlangsung sepekan terlalu singkat untuk memberikan pengalaman bertanding secara konsisten bagi pebasket lokal, padahal lebih banyak pertandingan diperlukan agar pemain dapat menunjukkan kemampuan dan membantu pelatih timnas dalam pemantauan serta evaluasi. Managing Director BTN Perbasi Jeremy Imanuel Santoso mengakui regulasi liga memengaruhi kesiapan pemain tim nasional dan menekankan pentingnya sinergi antara regulasi liga dan kebutuhan timnas, terutama mengingat penurunan performa setelah meraih emas SEA Games 2021.
Poin-Poin Utama
- Fictor Gideon Roring mengusulkan IBL mengembangkan dua kompetisi dengan regulasi berbeda.
- Satu kompetisi memperbolehkan pemain asing, satunya lagi khusus pemain Indonesia.
- Kedua kompetisi diusulkan memiliki minimal 20 laga.
- Filipina memiliki tiga kompetisi dalam setahun dengan regulasi berbeda.
- IBL All Indonesian tahun ini hanya bergulir selama sepekan.
- Roring menyarankan IBL All Indonesian sebaiknya memiliki 25 atau 30 laga.
- Jumlah pertandingan yang banyak membantu pelatih timnas memantau performa pemain.
- Jeremy Imanuel Santoso adalah Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi.
- Jeremy menilai regulasi liga dapat memengaruhi kesiapan pemain tim nasional.
- Indonesia meraih emas basket putra pada SEA Games 2021 yang dimainkan pada 2022.
- Saat SEA Games 2021, aturan IBL mengizinkan tiap klub mengontrak dua pemain asing.
- Kedua pemain asing tersebut tidak boleh bermain berbarengan di lapangan.
- Jeremy mengakui terjadi penurunan performa dari 2022 hingga saat ini.
- BTN akan berusaha semaksimal mungkin membuat timnas tampil kompetitif.
- Aturan baru menetapkan pelatih timnas basket putra tidak boleh terafiliasi dengan klub.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.