Beranda Sabtu, 10 Oktober 2026

!online

Politik Netral

Program Transmigrasi Kini Berbasis Investasi dan Menekan Kemiskinan

Sabtu, 10 Oktober 2026, 03:05 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 9 kali
Ukuran:

Program transmigrasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subionato berubah paradigma dari sekadar perpindahan penduduk menjadi pembangunan kewilayahan berbasis investasi, industrialisasi, dan hilirisasi untuk menciptakan lapangan kerja serta mengentaskan kemiskinan. Pendekatan transformasi tersebut meliputi kepastian lahan melalui program Trans Tuntas, pemberdayaan masyarakat lokal di kawasan Rempang dan Batam agar tidak tersingkir, pengembangan sumber daya manusia lewat kerja sama dengan perguruan tinggi, serta peningkatan investasi dengan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,2%.

Poin-Poin Utama

  • Program transmigrasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi sekadar berorientasi pada perpindahan penduduk.
  • Program diarahkan untuk mendorong pembangunan kewilayahan berbasis investasi, industrialisasi, dan hilirisasi.
  • Tujuan program adalah menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan.
  • Transformasi program ditopang empat pendekatan utama yaitu kepastian lahan, pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan investasi.
  • Salah satu fokus utama adalah memberikan kepastian hukum atas lahan melalui program Trans Tuntas.
  • Pemerintah berupaya mempercepat proses sertifikasi lahan transmigrasi agar masyarakat tidak perlu menunggu bertahun-tahun.
  • Saat ini transmigran langsung memiliki sertifikat tanah setelah ditempatkan.
  • Kementrans memiliki program transmigrasi lokal untuk memastikan masyarakat setempat tetap mendapatkan manfaat dari pengembangan kawasan.
  • Pendekatan transmigrasi lokal diterapkan di Rempang, Batam.
  • Pemerintah menyiapkan satuan permukiman dengan ekosistem lebih baik meliputi fasilitas pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah.
  • Pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi bernama Transmigrasi Patriot.
  • Kementrans menggandeng sepuluh kampus mitra untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi.
  • Mahasiswa Technical University of Munich, Jerman, melakukan penelitian di kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco-City.
  • Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,2% berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
  • Pembangunan permukiman di Rempang melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga melalui Trans Gotong Royong.
Tagar Terkait
#prabowo subianto#investasi#hilirisasi#batam#kemiskinan#transmigrasi#kementerian transmigrasi#rempang#industrialisasi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya