Beranda Sabtu, 10 Oktober 2026

!online

Transportasi Netral

Pengguna KRL Terus Meningkat, Penumpukan Penumpang di Jam Sibuk Masih Terjadi

Sabtu, 10 Oktober 2026, 06:06 WIB Sumber: Kompas Dibaca 8 kali
Ukuran:

Volume pengguna KRL Jabodetabek sepanjang Januari hingga September 2026 naik 6,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 271,48 juta orang, namun kepadatan ekstrem pada jam sibuk tetap terjadi dengan tingkat okupansi lintas Rangkasbitung mencapai sekitar 161 persen. KAI Commuter berupaya mengurai kepadatan melalui pengaturan headway dan rekayasa pola operasi, sekaligus membangun 11 gardu traksi agar lintas Rangkasbitung mampu mendukung operasionalisasi rangkaian 12 kereta dengan pasokan daya sebesar 4.000 volt.

Poin-Poin Utama

  • Volume pengguna KRL Jabodetabek Januari hingga September 2026 mencapai 271,48 juta orang.
  • Peningkatan volume pengguna KRL Jabodetabek periode tersebut sebesar 6,25 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
  • Lintas Bogor menyumbang volume tertinggi dengan 119,38 juta pengguna.
  • Lintas Rangkasbitung menyumbang 60,92 juta pengguna dan lintas Tangerang 21,47 juta pengguna.
  • Rata-rata volume pelanggan Senin hingga Jumat adalah 1,09 juta orang per hari.
  • Tingkat okupansi lintas Rangkasbitung mencapai 161 persen, lintas Bekasi atau Cikarang 140 persen, dan lintas Bogor 130 persen.
  • Nabila pekerja swasta berusia 23 tahun mengeluarkan Rp 40.000 per hari untuk transportasi dari Depok ke Kuningan.
  • Nabila menghabiskan Rp 15.000 sekali jalan untuk ojek daring dari rumah menuju stasiun.
  • Fida pekerja berusia 26 tahun mengeluarkan Rp 5.000 untuk parkir dan Rp 13.000 untuk ongkos KRL serta bus setiap hari.
  • KAI Commuter merencanakan membangun 11 gardu traksi di lintas Rangkasbitung.
  • Rangkaian 12 kereta membutuhkan pasokan daya listrik sebesar 4.000 volt.
  • Daya listrik di lintas Rangkasbitung saat ini masih terbatas pada level 3.000 volt.
  • Operasionalisasi lintas Rangkasbitung masih terbatas pada rangkaian 8 dan 10 kereta.
  • Peneliti Institut Studi Transportasi menyatakan kepadatan terjadi karena keterbatasan rangkaian akibat daya listrik yang belum memadai.
  • KAI Commuter fokus pada penjagaan headway dan rekayasa pola operasi secara situasional untuk mengurai kepadatan.
Tagar Terkait
#krl#kai commuter#jabodetabek#commuter line#transportasi umum#kepadatan penumpang
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya