Beranda Sabtu, 10 Oktober 2026

!online

Lingkungan Positif

Menyelamatkan Hutan Mangrove Karang Gading, Menyejahterakan Masyarakat

Sabtu, 10 Oktober 2026, 12:07 WIB Sumber: Kompas Dibaca 8 kali
Ukuran:

Hutan mangrove di Suaka Margasatwa Karang Gading, Sumatera Utara, sempat habis dibabat pengusaha pada awal tahun 2000-an dan dialihfungsikan menjadi kebun sawit serta tambak, menyebabkan masyarakat pesisir mengalami abrasi, erosi, dan banjir rob serta terpuruk secara ekonomi. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Norvus kemudian melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan bekerja sama memulihkan sekitar 100 hektar mangrove dengan menebang tanaman sawit serta menjebol tanggul agar air pasang kembali mengalir ke areal hutan mangrove. Kini hutan mangrove SM Karang Gading yang membentang seluas 14.827 hektar kembali lestari dan menghidupi masyarakat pesisir dari hasil tangkapan kepiting, udang, serta ikan.

Poin-Poin Utama

  • Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut terletak di Sumatera Utara.
  • Kawasan itu membentang seluas 14.827 hektar mulai dari Deli Serdang hingga Langkat.
  • Lebih dari 10.000 hektar hutan mangrove habis dibabat sejak awal tahun 2000-an.
  • Pengusaha menebang pohon mangrove untuk dijadikan arang dan mengalihfungsikan lahan menjadi kebun sawit serta tambak.
  • Pengusaha membendung air pasang agar ekosistem mangrove tidak berkembang.
  • Pengusaha mempekerjakan masyarakat setempat dan membuat pondok jaga untuk memantau siapa pun yang masuk kawasan.
  • Penghasilan harian masyarakat di kebun sawit dan tambak hanya sekitar Rp 70.000 per hari.
  • Kerusakan mangrove menyebabkan abrasi, erosi, dan banjir rob di kampung pesisir.
  • Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Norvus melakukan pendekatan bersahabat dengan masyarakat untuk memulihkan mangrove.
  • Lebih dari 100 hektar tanaman sawit ditebang pada Mei lalu.
  • Masyarakat bersama BBKSDA Norvus menjebol tanggul agar air pasang kembali masuk ke areal hutan mangrove.
  • Hutan mangrove kembali lestari dan menghidupi masyarakat pesisir dari hasil tangkapan kepiting, udang, dan ikan.
  • Udara kini terasa sejuk di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading.
  • Berbagai satwa seperti tuntong laut, lumba-lumba, lutung kelabu, elang bondol, elang laut, kelelawar, bangau, dan blankas hidup di kawasan itu.
  • Bangau bluwok kini kembali terlihat di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading.
Tagar Terkait
#sumatera utara#konservasi#mangrove#pemulihan ekosistem#bbksda#perusakan hutan#karang gading#ekonomi masyarakat#suaka margasatwa
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya