Menbud pulangkan 30.190 koleksi dan 20 benda budaya dari Belanda
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menandatangani dua kesepakatan repatriasi di Amsterdam untuk memulangkan 30.190 Koleksi Eugène Dubois, termasuk fosil Homo erectus atau Manusia Jawa, serta 20 benda budaya bersejarah dari Belanda. Pemulangan ini merupakan repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia, sekaligus penegasan keadilan sejarah dan pemulihan kedaulatan budaya bangsa. Kementerian Kebudayaan berkomitmen mengelola benda-benda tersebut melalui perawatan dan konservasi, penelitian ilmiah bersama, serta perluasan akses publik melalui edukasi.
Poin-Poin Utama
- Indonesia memulangkan 30.190 unit Koleksi Eugène Dubois dari Belanda.
- Sebanyak 20 benda budaya bersejarah dikembalikan dari Belanda ke Indonesia.
- Kesepakatan pengalihan ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Pendidikan Belanda Rianne Letschert pada 9 Oktober.
- Penandatanganan berlangsung di Indonesia House Amsterdam.
- Pengembalian ini disebut sebagai repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia.
- Tahap awal pengalihan mengembalikan empat mahakarya Koleksi Dubois pada 17 Desember 2025.
- Tahap lanjutan memulangkan 29.763 objek dan 427 kerangka leluhur dari Naturalis Biodiversity Center di Leiden.
- Koleksi Dubois meliputi tempurung kepala, gigi geraham, dan tulang paha Homo erectus.
- Cangkang kerang bergores hasil temuan Eugène Dubois kini dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.
- Pengembalian 20 benda budaya didasarkan pada penelusuran bukti ketidakadilan kolonial.
- Benda budaya yang dikembalikan mencakup tujuh kelompok koleksi involuntary loss.
- Daftar benda meliputi Berlian Banjarmasin, Pedang Sikin Panjang, dan panel makam Kesultanan Aceh masing-masing satu objek.
- Manuskrip Kesultanan Aceh dikembalikan sebanyak empat objek.
- Gulungan Wayang Beber dan nisan Batu Aceh masing-masing dikembalikan sebanyak enam objek.
- Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945 menjadi mandat pemulangan benda budaya bersejarah tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.