Peran Musik dalam Mengenali Emosi dan Menjaga Kesehatan Mental Menurut Psikolog
Musik memiliki peran penting dalam mengenali emosi, mengekspresikan perasaan, dan menjaga kesehatan mental menurut psikolog klinis Larasati Margaretha Soetrisno dari Universitas Padjadjaran. Penelitian dari Psychology of Music menunjukkan bahwa aktivitas bermusik membantu regulasi emosi meskipun manfaat tersebut bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah mendasar. Musik juga dapat menjadi panduan bagi seseorang untuk menyadari kapan waktu yang tepat mencari bantuan profesional melalui indikator "4D" dari WHO yaitu Distress, Deviance, Dysfunction, dan Danger.
Poin-Poin Utama
- Larasati Margaretha Soetrisno adalah psikolog klinis dewasa lulusan Universitas Padjadjaran.
- Musik memiliki peran krusial dalam mengenali perasaan, mengekspresikan emosi, dan menjaga kesehatan mental.
- Penelitian dari Chemnitz University of Technology di Jerman mendukung peran musik bagi kesehatan mental.
- Fungsi psikologis musik melampaui sekadar hiburan.
- Musik digunakan untuk mengatur suasana hati, memahami diri sendiri, dan membangun koneksi sosial.
- Lirik, nada, atau instrumen musik dapat merepresentasikan perasaan pendengar.
- Musik membantu seseorang menemukan bentuk perasaan yang sebelumnya sulit dijelaskan.
- Penelitian dalam Psychology of Music menunjukkan bahwa aktivitas bermusik membantu regulasi emosi.
- YE dijadwalkan gelar konser YE Live in Jakarta di Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026.
- Lagu Ghost Town menggambarkan pergulatan emosional dan kerentanan.
- Lagu Reborn membawa pesan tentang harapan dan bangkit dari masa sulit.
- Musik dapat menjadi bentuk coping untuk merasa lebih tenang saat menghadapi tekanan.
- Manfaat musik bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah dasar.
- Indikator 4D dari WHO meliputi Distress, Deviance, Dysfunction, dan Danger.
- Konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental disarankan jika tanda 4D mengganggu keseharian.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.