Beranda Senin, 12 Oktober 2026

!online

Internasional Netral

PM Inggris Andy Burnham Sebut Rusia Campur Tangan dalam Referendum Brexit 2016

Senin, 12 Oktober 2026, 06:05 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 8 kali
Ukuran:

PM Inggris Andy Burnham secara terbuka mengonfirmasi keterlibatan Rusia dalam referendum Brexit 2016 dan memperingatkan aktivitas disinformasi serupa kini juga menyasar proses politik di Prancis serta Jerman. Kelompok kampanye pro-Brexit Britain Unbound mengecam pernyataan tersebut dengan alasan campur tangan Rusia tidak berdampak pada hasil referendum. Inggris akan mendirikan pusat baru untuk membendung arus disinformasi asing.

Poin-Poin Utama

  • Andy Burnham adalah Perdana Menteri Inggris.
  • Ia menyatakan Rusia telah mencampuri referendum Brexit pada 2016.
  • Burnham memperingatkan disinformasi serupa menyasar proses politik Prancis dan Jerman.
  • Ia mengaku mendapat jawaban jelas bahwa campur tangan Rusia memang terjadi.
  • Burnham menilai pemerintah Inggris terlalu pasif dalam merespons ancaman asing.
  • Ia mengatakan publik belum cukup diinformasikan tentang upaya gangguan asing.
  • Kelompok pro-Brexit Britain Unbound mengkritik tuduhan tersebut.
  • Britain Unbound menilai tuduhan itu menghina kecerdasan pemilih Inggris.
  • Burnham telah mendiskusikan isu disinformasi dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
  • Ini pertama kalinya Perdana Menteri Inggris secara terbuka mengonfirmasi campur tangan Rusia.
  • Pada 2020, komite Parlemen Inggris merilis laporan tentang intervensi Rusia.
  • Laporan tersebut tidak memastikan apakah Rusia berhasil memengaruhi hasil referendum.
  • Kremlin membantah telah mencampuri referendum atau pemilu negara lain.
  • Burnham mengumumkan pendirian pusat baru untuk membendung disinformasi.
  • Downing Street menyatakan pemerintah memperkuat kewenangan melalui Undang-Undang Keamanan Nasional.
Tagar Terkait
#rusia#inggris#uni eropa#disinformasi#andy burnham#brexit#referendum
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya