Beranda Senin, 12 Oktober 2026

!online

Tekno Positif

Kurikulum Cinta bentuk kesadaran ekologis siswa sejak dini

Senin, 12 Oktober 2026, 13:07 WIB Sumber: Antara News Dibaca 4 kali
Ukuran:

tumbuhan memiliki sistem kehidupan sendiri.

Poin-Poin Utama

  • Kemenag mengembangkan Kurikulum Cinta berbumbu ekoteologi untuk membangun kesadaran merawat lingkungan.
  • Kurikulum dirancang dalam satu tahun terakhir untuk membangun relasi antara Tuhan, manusia, dan alam.
  • Menag Nasaruddin Umar mengumumkan kurikulum tersebut pada acara Tobat Ekologis di TMII Jakarta.
  • Evaluasi melibatkan ratusan pengawas madrasah dan pondok pesantren.
  • Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat.
  • Seorang siswa sekolah dasar enggan membunuh nyamuk karena kasihan kepada anak-anak nyamuk.
  • Anak-anak secara sukarela merawat dan memberi makan hewan peliharaan tetangga yang ditinggal pemiliknya.
  • Konsep Tat Tvam Asi dari agama Hindu-Buddha mengajarkan bahwa segala makhluk hidup saling terhubung.
  • Acara di TMII diikuti oleh 650 siswa SD, SMP, dan SMA dari seluruh Indonesia.
  • Pendekatan kurikulum bertujuan mengubah cara pandang generasi muda terhadap alam.
  • Kementerian Agama mendukung gagasan Kementerian Lingkungan Hidup agar ekosistem berkelanjutan.
  • Karya Karen Armstrong berjudul The Sacred Nature mendukung kearifan lokal dalam merawat alam.
  • Teknologi AI mampu mendeteksi dan memperkuat suara tumbuh-tumbuhan.
  • AI dapat memperkuat suara dedaunan hingga 20.000 kali lipat.
  • Getaran suara dedaunan yang diperkuat ditemukan mengandung tasbih.
Tagar Terkait
#pendidikan#kecerdasan buatan#kemenag#lingkungan hidup#kurikulum cinta#ekoteologi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya