Tekno Positif
Kurikulum Cinta bentuk kesadaran ekologis siswa sejak dini
tumbuhan memiliki sistem kehidupan sendiri.
Poin-Poin Utama
- Kemenag mengembangkan Kurikulum Cinta berbumbu ekoteologi untuk membangun kesadaran merawat lingkungan.
- Kurikulum dirancang dalam satu tahun terakhir untuk membangun relasi antara Tuhan, manusia, dan alam.
- Menag Nasaruddin Umar mengumumkan kurikulum tersebut pada acara Tobat Ekologis di TMII Jakarta.
- Evaluasi melibatkan ratusan pengawas madrasah dan pondok pesantren.
- Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap masyarakat.
- Seorang siswa sekolah dasar enggan membunuh nyamuk karena kasihan kepada anak-anak nyamuk.
- Anak-anak secara sukarela merawat dan memberi makan hewan peliharaan tetangga yang ditinggal pemiliknya.
- Konsep Tat Tvam Asi dari agama Hindu-Buddha mengajarkan bahwa segala makhluk hidup saling terhubung.
- Acara di TMII diikuti oleh 650 siswa SD, SMP, dan SMA dari seluruh Indonesia.
- Pendekatan kurikulum bertujuan mengubah cara pandang generasi muda terhadap alam.
- Kementerian Agama mendukung gagasan Kementerian Lingkungan Hidup agar ekosistem berkelanjutan.
- Karya Karen Armstrong berjudul The Sacred Nature mendukung kearifan lokal dalam merawat alam.
- Teknologi AI mampu mendeteksi dan memperkuat suara tumbuh-tumbuhan.
- AI dapat memperkuat suara dedaunan hingga 20.000 kali lipat.
- Getaran suara dedaunan yang diperkuat ditemukan mengandung tasbih.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di Antara NewsHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.